Masih Berstatus Mahasiswa, Bahrudin Mudhar Jadi Caleg di Manggarai Barat
Cari Berita

Masih Berstatus Mahasiswa, Bahrudin Mudhar Jadi Caleg di Manggarai Barat

MARJIN NEWS
6 October 2018

Foto: Istimewa
Surabaya, Marjinnews.com-- Seorang pemuda berusia 23 tahun bernama Bahrudin Mudhar telah terdaftar sebagai Caleg tetap di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Manggarai Barat, melaui Partai Persatuan Pembangunan(PPP 10) Nomor Urut 11, Pemuda tersebut masih menempuh kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI-Surabaya.

Bahrudin Mudhar merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam semester 5 di STAI YPBWI, Kota Surabaya.

Dia akan bertarung dengan Caleg lainnya di Kabupaten Manggarai Barat di Daerah Pilihan (Dapil) 1 yakni Kecamatan Komodo, Sano Nggoang, Boleng dan Mbeliling.

Bahrudin Mudhar juga mengungkapakan, dirinya pernah Kuliah di Universitas Muhammadiya Surabaya mengmbil Jurusan Hukum Keluarga Isalam namun tidak selesai.

“Saya memang pernah kuliah di Universitas Muhammadiya Surabaya tapi Saya berhenti karen ada persoalan,”ujarnya.

Putra dari Bapak Jamaludin yang berprofesi sebagai petani di Manggarai Barat tepatnya di Kampung Translok, Blok A Desa Macang Tanggar ini juga menjelaskan bahwa siapa saja boleh bergabung dalam politik selama ia tidak melanggar konstitusi.

“Siapa saja boleh gabung dalam politik selama tidak melanggara Undang-Undang dan memenuhi Persyaratan Jadi Caleg, baik tua dan muda dan harus punya prinsip untuk memajukan Daerah. Itu yang terpenting," imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Bahrudin Mudhar juga menyampaikan alasan dirinya ikut Caleg karena niat dari hati bukan karena ada bayaran dari Partai politik atau orang lain.

"Saya gabung ke dunia politik Praktiks ini baru kali ini melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP), saya pengen tunjukan bahwa anak muda itu punya peran dalam membangun Daerah dan bangsa dan saya juga pengen tunjukan bahwa anak muda bisa politik,bukan hanya golongan tua saja yang bisa."

“Akhir-akhir ini banyak yang menganggap yang layak menjadi anggota Dewan atau terjun ke Dunia Politik hanya golongan tua, Saya ingin katakan pernyatan demikian itu adalah bentuk dari Pengkebirian semangat Politik anak muda," tegasnya.

Kader HMI ini juga mengungkapakan ia memberanikan diri ikut Caleg setelah mendapat dukungan dari kedua orang tua dan keluarga besarnya.

Selain itu, menurutnya juga, selama ini warga di Translok belum ada yang jadi Anggota DPRD

”Untuk itu, saya terpanggil untuk calon wakil rakyat. Setidaknya disitula akan ada wakil rakyat yang memperjuangkan,” papar pria kelahiran Benteng NTT, 2 Januari 1995.

Untuk fokus persiapan Pileg, dirinya masih memantau saja perjuangan dari para Caleg lain sampai bulan Desember 2018, karena saat ini Bahrudin Mudhar masih sibuk dengan Kuliahnya.

"Saya Sibuk urus kuliah saja sampai bulan Desember 2018, saat ini saya menggunakan sistem tada yaitu biarkan saja para caleg-caleg lainnya kampanye. Saya melihat sejauh mana pergerakan mereka dimulai saat ini sampai bulan Desember. Nanti mulai Desember saya memulai Kampanye pribadi ke semua orang sampai menjelang pemilihan pada April 2018 mendatang," pungkasnya.

Sumber: LingkaranNet/MarjinNews
Editor: Remigius Nahal