Marsel Ahang Mengaku Didatangi oleh Preman ke Kantor DPRD
Cari Berita

Marsel Ahang Mengaku Didatangi oleh Preman ke Kantor DPRD

MARJIN NEWS
1 October 2018

Foto: Istimewa
Ruteng, Marjinnews.com -- Sekelompok orang mendatangi gedung DPRD Manggarai pada Senin (01/10) pagi.

Sekelompok orang tersebut datang ke gedung DPRD Manggarai untuk mencari Anggota DPRD Marsel Ahang.

Kepada media ini Ahang mengatakan, sekelompok orang tersebut diduga merupakan orang suruhan Bupati Manggarai Deno Kamelus.

"Ada skenario dari kelompok yang  membela kepentingan Bupati Deno hari ini mendatangi kantor DPRD Manggarai untuk mencari saya," ujarnya.

Skenario tersebut kata Ahang, adalah cara untuk mencari sebuah kelemahannya dengan modus ia pernah terima uang dari salah seorang.

"Ini sudah diseting, buktinya kemarin saya diteror oleh oknum ini juga" ujarnya.

Ahang menyebut, mereka yang datang itu berjumlah 4 orang di bawah koordinator atas nama berinisial MJ.

MJ ini disebut Ahang, sebelumnya juga pada Minggu (30/9) kemarin telah menerornya lewat telpon.

"Kami akan cari saudara di kantor DPRD besok," ujar Ahang meniru MJ.

Menurut Ahang, andaikan ada masalah privasi dengannya, kenapa mereka harus bersamaan ketika dirinya sedang melapor bupati Manggarai ke KPK.

Kedatangan 4 orang ini juga menurut Ahang, datang untuk cari masalah dengannya.

"Harus bisa dipilah, kan patut diduga bahwa ini orang suruhan bupati Deno," terangnnya.

4 orang ini menurut Ahang adalah preman, atas suruhan dari adik bupati Deno bernama Marsel Damat.

"Mereka mendatangi kantor DPRD Manggarai dengan modus, saya pernah pinjam uang sekian juta pada tahun 2014 silam."

"Pertanyaan saya kalau betul saya pinjam uangnya Marsel Damat kenapa harus suruh preman," ungkapnya heran.

Ahang memaparkan, ini adalah sebuah cara mereka, untuk membuat dirinya emosi. Namun kata Ahang, dirinya tidak akan emosi mengikuti cara mereka itu.

"Saya tidak akan emosi dalam menghadapi persoalan tersebut. Kalau masih ada cara lain silakan saja, saya tetap fokus untuk meneruskan perjuanganku," ujarnya. (*)

Editor: Remigius Nahal