Mantan Presiden Mahasiswa Unitri Malang Siap Mengabdi Untuk Desa
Cari Berita

Mantan Presiden Mahasiswa Unitri Malang Siap Mengabdi Untuk Desa

MARJIN NEWS
18 October 2018

Foto: Istimewa

Marjinnews.com -- Bangga membangun desa adalah ungkapan tulus yang lahir dari kedalaman pergulatan dan pergumulan dengan realitas desa. Di saat banyak anak muda dari desa dan kampung bergegas ke kota dan daerah lain dalam dan luar negeri untuk mengadu peruntungan dan mencari kerja, masih ada juga orang-orang muda yang bangga tinggal di desa dan berupaya dengan cara-cara positif membangun desanya.

Dialah krispinus Rada S.sos mantan presiden mahasiswa universitas Tribuana Tungga dewi malang periode 2010-2011 ketika ditemui marjinNews pria yang akrab disapa krispin ini menjelaskan tujuannya ikut bertarung dalam konstelasi pemilihan kepala desa labolewa, kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo adalah mewujudkan kesejahteraan masyrakat desa lewat pengelolaan dana desa yang transparan dan tepat sasaran.

"Proses pembangunan di desa bisa optimal dan baik apabila manajemen dana desa itu menyentuh ke program - program pro masyrakat dan tepat sasaran" ujarnya.

Ketika ditanya apa yang menjadi motivasi pribadi untuk kembali ke desa. Pria yang pernah memimpin Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) kalimantan Timur ini mengatakan, "pengabdian untuk desa sesungguhnya adalah tantangan kita sebagai generasi muda untuk menterjemahkan perubahan yang melekat pada identitas kita sebagai pemuda di era kekinian," paparnya.

Lanjut Krispin, perubahan memang tidak mudah tetapi kita sebagai pemuda yang sudah dibekali ilmu pengetahuan yang cukup kemudian tidak ingin mengubah desa kita ke arah yang lebih baik maka itu sungguh suatu yang menyedihkan.

Dalam perhelatan pemilihan kepala desa Labolewa  kali ini terdapat lima orang yang siap bertarung merebut simpati masyarakat.

"Keputusan ada ditangan masyarakat Labolewa yang punya hak penuh memilih pemimpin mereka, tentu saja amanat itu tidak akan disia siakan dan saya sudah bertekad all out mengerahkan kemampuan untuk perubahan Labolewa yang lebih baik," tegas mantan aktivis PMKRI  ini. (RL/MN)