Kisah Gadis Belia di TTS yang Diperkosa Pencuri Hingga Lumpuh Seumur Hidup

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Kisah Gadis Belia di TTS yang Diperkosa Pencuri Hingga Lumpuh Seumur Hidup

MARJIN NEWS
16 October 2018

Foro: Ilustrasi
Marjinnews.com -- Bunga, (bukan nama sebenarnya) warga Desa Poli Kecamatan Santian harus menanggung kesengsaraan di usianya yang masih begitu pucuk yakni masih 13 tahun.

Masa depan Bunga pupus di tangan Kepala Teku (Pencuri) yang diketahui sudah sangat meresahkan warga di wilayah Desa Fotilo.

Mirisnya, bukan hanya mahkota kegadisannya yang direnggut, Bunga juga mengalami luka parah pada bagian leher dan bahunya akibat tebasan parang, serta mengalami cacat seumur hidup yaitu mengalami lumpuh karena disebabkan luka potong akibat tebasan parang pada bagian leher korban mengakibatkan syarat motorik korban terputus. Hal ini menyebabkan korban tidak bisa menggerakkan kedua kakinya sehingga mengalami lumpuh pada bagian kakinya.

Ketua Aliansi rakyat anti korupsi ( Araksi) Kabupaten TTS, Alfred Baun memberikan apresiasi kepada Polres TTS khususnya kepada Polsek Boking yang berhasil mengungkap kasus penganiayaan berat yang disertai pemerkosaan terhadap anak di bawah umur ini.

" Kita berikan apresiasi terhadap Polsek Boking yang berhasil mengungkap kasus ini. Salah satu pelaku, Yeskiel Tafuli diketahui sebagai kepala teku (pencuri) di wilayah Desa Fotilo yang sudah banyak meresahkan masyarakat sehingga kita apresiasi penangkapan pelaku. Kita berharap, kedua pelaku, Yohanes Bana dan Yeskiel Tafuli dihukum seberat-beratnya atas perbuatan mereka tersebut," ungkap Alfred seperti dikutip Poskupang.com.

Saat ini lanjut Alfred, karena ketiadaan anggaran, Bunga terpaksa hanya dirawat seadanya dengan menggunakan pengobatan tradisional. Bunga yang diketahui sudah menjadi yatim piatu sejak masih berusia 4 tahun saat ini tinggal bersama keluarganya di Desa Poli. Kendala ekonomi membuat Bunga tak bisa melanjutkan pengobatannya ke surabaya sesuai saran dokter di RS. Siloam, Kupang.

Alfred berharap, Pemda TTS tidak tutup mata terhadap peristiwa tragis yang dialami oleh bunga. Pemda TTS diharap bisa memfasilitasi bunga agar bisa melanjutkan perawatannya ke Surabaya sehingga harapnnya untuk kembali berjalan normal bisa terwujud.

"Dokter sarankan untuk lanjut perawatan ke Surabaya tetapi korban terkendala masalah ekonomi. Kita berharap Pemerintah bisa hadir memfasilitasi korban sehingga bisa melanjutkan perawatannya ke Surabaya. Korban yang merupakan anak yatim piatu sangat membutuhkan bantuan Pemda TTS oleh sebab itu, Pemda TTS harus membantu korban," desak Alfred.

Untuk diketahui, bunga merupakan korban kesadisan Yohanes Bana dan Yeskiel Tafuli. Pelaku Yohanes Bana memotong leher dan bahu korban menggunakan sebilah parang sebanyak tujuh kali.

Usai terkapar dan tak sadar diri, pelaku, Yeskiel Tafuli justru memperkosa korban dan menyeret korban ke dalam kali. Beruntung, keajaiban terjadi, korban yang dikira sudah mati oleh para pelaku justru masih diberikan napas kehidupan.

Warga yang menemukan korban di dalam kali, langsung membawa korban ke Puskesmas Manufui. Karena luka yang dialami korban sangat parah, korban lalu dirujuk ke RSUD Soe dan dirujuk lanjutan ke RS. Siloam, Kupang.

Usai dirawat di RS. Siloam, Keadaan korban akhirnya mulai membaik. Luka tebasan pada leher korban mulai sembuh. Namun, kedua kaki korban tak bisa digerakan. Saat ini korban terpaksa berjalan dengan cara menyeret tubuhnya dengan bantuan kedua tangannya. (*)

Editor: Remigius Nahal