Kepada Para Pendemo Tolak IMF-WB, Togar Situmorang: Mereka Bukanlah Cerminan Masyarakat Bali
Cari Berita

Kepada Para Pendemo Tolak IMF-WB, Togar Situmorang: Mereka Bukanlah Cerminan Masyarakat Bali

MARJIN NEWS
12 October 2018

Togar SItumorang, S.H., M.H., M.A.P. (Foto: Istimewa)

Denpasar, Marjinnews.com -- Adanya aksi demonstrasi dari puluhan aktivis yang tergabung dalam aliansi Gerakan Rakyat Menentang International Monetary Fund World Bank (IMF-WB) telah terjadi untuk kedua kalinya di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar.

Aksi ini dilatarbelakangi karena keberadaan IMF-WB yang dianggap oleh pendemo tidak dapat menyelesaikan masalah kemiskinan di Indonesia, malahan hanya membawa keuntungan bagi korporasi dan membesarkan ketimpangan yang akan menyengsarakan masyarakat, terutama buruh dan petani.

Ditemui di kantornya, Togar SItumorang, S.H., M.H., M.A.P. selaku pemerhati kebijakan publik menilai positif adanya IMF-WB di Bali dikarenakan dapat membawa dampak baik bagi perkembangan pariwisata Bali.

Terkait dengan adanya demo-demo yang menolak adanya IMF, Ketua GNPK-RI Bali ini berpendapat bahwa sesungguhnya adanya demo atau semacamnya bukanlah cerminan masyarakat Bali. Karena sikap masyarakat Bali sedari dulu sangat akrab dengan perkembangan pariwisata dan kehadiran acara-acara internasional yang dihelat di Bali.

Togar menganggap bahwa para pendemo tersebut tidak pernah merasakan kebanggan, prestise, serta tidak bisa menikmati kepercayaan negara lain dan tidak bisa memikirkan 10 langkah kedepan terkait adanya IMF-BW.

Bahwa dengan adanya kepercayaan yang telah diberikan dari anggota IMF-WB maupun kepercayaan dunia saat ini, seluruh mata memandang tinggi Indonesia, terutama Bali.

“Selain tidak mencerminkan sifat masyarakat Bali, demo ini dapat dinilai negatif oleh wisatawan dalam siklus pariwisata di Bali.” Imbuh Togar yang juga sebagai Calon DPRD Provinsi Bali dari Partai Golkar Nomor 7 Dapil Denpasar.

Padahal menurut pemilik julukan Panglima hukum ini, banyak para peserta dari annual meeting ini sangat bangga akan budaya dan tradisi Bali yang dapat dibuktikan bahwa mereka mengunjungi tempat-tempat pariwisata dan pagelaran-pagelaran sendra tari.

Togar Situmorang mengimbau masyarakat Bali untuk turut serta menjaga ketertiban dengan adanya perhelatan IMF-WB dan jangan ikut terpancing emosi terkait adanya demo-demo IMF-BW.

Di akhir wawancara, Togar mengimbuhkan bahwa sesungguhnya pendemo tersebut tidak pernah merasakan jalan-jalan keluar negeri yang apabila kemudian ditanya oleh pihak luar “what colour is your passport? Silahkan dijawab sendiri.” Yang ditambahkan dengan lantang “I am proud of my country, Indonesia and especially Bali.”

Laporan: Remigius Nahal