Komentari HOAX Ratna Sarumpaet, Mantan Cagub NTT 2018 Diseret ke Polisi

Foto: Istimewa
Marjinnews.com -- Imbas dari kebohongan yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet ikut menyeret Benny K. Harman.

BKH, dilaporkan ke Bareskrim Mabes POLRI karena pernyataan di akun twitternya yang berisi komentar atas berita dan foto wajah Ratna Sarumpaet yang lebam, tersebar di medsos dan menjadi viral.

Di akun Twitternya itu, mantan Cagub NTT 2018 ini menuliskan bahwa ada 3 (tiga) kemungkinan mengapa kasus penganiayaan Ratna Sarumpaet, Presiden bersikap diam, pertama, Presiden sibuk, karena ini perkara kecil; kedua, Presiden memelihara preman dan diduga kuat yang meninju Ratna adalah preman-preman suruhan Presiden; dan ketiga, cara ini sudah sesuai dengan revolusi mental.

Postingan ini sontak membuat Netizen marah dan telah melaporkan BKH ke Bareskrim Mabes Polri.

Cuitan BKH yang dimuat dalam twitternya itu serta merta menuai banyak kritik, caci maki bahkan hujatan sepanjang hari, nyaris tak seorangpun membenarkan cuitan BKH, di medsos dan media online.

Bahkan cuitan BKH tentang 3 (tiga) kemungkinan sikap Presiden itu, dinilai Netizen sebagai tanpa dasar, prematur, tidak hati-hati alias ceroboh dan dikualifikasi sebagai kejahatan “Ujaran Kebencian” itu serta merta menjadi viral sebagaimana viralnya berita hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet dan permintaan maaf Prabowo Subianto atas berita hoax itu.

Kemarahan para Netizen tidak berhenti di situ saja tetapi ada seorang Netizen asal NTT yang juga Advokat di Jakarta pada tanggal 4 Oktober 2018 sudah melaporkan Benny K. Harman dan Ratna Sarumpaet dkk. ke Bareskrim Polri, karena Benny K. Harman diduga bersama-sama dengan Ratna Sarumpaet, Prabowo Subianto dan Fadli Zon bersama sama melakukan tindak pidana Ujaran Kebencian (Hate Speach) atas sebuah berita hoax yang mereka ciptakan bersama, sehingga memenuhi unsur pasal 45A ayat (1) dan (2) jo. pasal 28 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008, Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Jika kita mencermati cuitan BKH tentang 3 (tiga) kemungkinan sikap Presiden atas peristiwa penganiayaan Ratna Sarumpaet, maka sangat beralasan kemarahan Netizen terhadap 3 (tiga) cuitan BKH itu, terlebih-lebih oleh karena pertama, soal penganiayaan Ratna Sarumpaet yang hoax itu, BKH berpandangan Presiden harus tahu dan menyikapinya, padahal secara teknis organisatoris kewenangan menangani masalah pidana adalah tugas aparat Kepolisian bukan Presiden, untuk apa Presiden diminta secara khusus ikut mengurusi Ratna Sarumpaet,” jelas Petrus Salestinus saat dimintai tanggapannya oleh media ini terkait postingan Twitter mantan calon gubernur NTT itu.

Selain itu, kata Petrus Salestinus, tentang kemungkinan Presiden memelihara premen dan diduga kuat yang meninju Ratna adalah preman-preman suruhan Presiden, cuitan inipun tidak memiliki dasar hukum apapun, karena tidak ada unit kerja di Istana Presiden  yang membidangi tugas memelihara preman-preman.

“Karena itu dari mana BKH bisa menarik konklusi bahwa ada preman yang dipelihara Presiden dan preman itu disuruh Presiden untuk meninju Ratna; dan ketiga, BKH menempatkan sikap diam Presiden sesuai dengan progran revolusi mental, inilah yang memubat Netizen marah dan membully BKH, karena konklusi BKH tidak berdasarkan fakta apalagi itu terbukti bersumber dari berita hoax,” beber Petrus Salestinus.

Polemik di antara warga masyarakat menyikapi cuitan Benny K. Harman dalam twitternya yang sudah beredar luas, saat ini sudah masuk dalam domain Bareskrim Mabes Polri karena telah dilaporkan oleh Advokat Rudiyanto Kabunang, SH. MH. CLI, dengan kualifikasi delik “Ujaran Kebencian”, sehingga Netizen bahkan Publik diharapkan mempercayakan Bareskrim Mabes Polri untuk bekerja.

“Diharapkan Bareskrim Polri segera merespons Laporan Polisi ini secepatnya sebagaimana layaknya Mabes Polri merespons dengan cepat menjadikan Ratna Sarumpaet sebagai Tersangka. Hal ini harus diprioritaskan guna mencegah timbulnya keonaran di tengah warga terutama di dalam memasuki masa kampanye pemilu 2019,” tukas Petrus Salestinus.

Untuk diketahui, Sebelumnya melalui postingannya di twitter, mantan calon Gubernur yang telah tiga kali kalah merebut kursi NTT 1  itu memosting sebuah cuitan bahwa diduga kuat orang yang meninju Ratna Sarumpaet adalah orang-orang suruhan presiden.

Postingan politisi partai Demokrat itu sontak menjadi hujatan Warganet. Beberapa Warganet menuliskan bahwa mantan anggota DPR RI itu diduga sedang mengalami stress pasca gagal menjadi gubernur NTT.

Namun, dalam cuitan berikutnya, politisi asal kabupaten Manggarai itu kembali menulis bahwa dirinya adalah korban kebohongan Ratna Sarumpaet.

“Saya Pikir Ratna ini masih seperti dulu adalah aktivis kemanusiaan yang sejati. Saya benar2 jadi korban kebohongan. Mohon maaf jika netizen terganggu dgn analis yang saya buat. Mari perangi Hoax!,” tulis Benny di akun twitter miliknya.

Sumber: Floreseditorial/MarjinNews

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,163,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,180,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,567,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,36,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,277,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,52,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,117,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,61,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,288,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,250,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,414,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1123,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,36,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,64,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Komentari HOAX Ratna Sarumpaet, Mantan Cagub NTT 2018 Diseret ke Polisi
Komentari HOAX Ratna Sarumpaet, Mantan Cagub NTT 2018 Diseret ke Polisi
https://4.bp.blogspot.com/-VNjDYow3-pA/W7bGTfHFyZI/AAAAAAAAC8o/vly3G9m-UYYaO8OYwbaRsXVutMHqNX5lACLcBGAs/s1600/20181005_100113.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-VNjDYow3-pA/W7bGTfHFyZI/AAAAAAAAC8o/vly3G9m-UYYaO8OYwbaRsXVutMHqNX5lACLcBGAs/s72-c/20181005_100113.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/10/gara-gara-hoax-yang-dibuat-ratna.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/10/gara-gara-hoax-yang-dibuat-ratna.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close