Formasi CPNS NTT, Banyak Guru Bahasa Jerman Merasa Dibuang
Cari Berita

Formasi CPNS NTT, Banyak Guru Bahasa Jerman Merasa Dibuang

MARJIN NEWS
11 October 2018

Foto: Istimewa
Surabaya, marjinnews.com - Kabar tentang dibukanya pendaftaran CPNS tahun 2018 beberapa waktu lalu ternyata masih menyisakan kekecewaan luar biasa bagi beberapa lulusan sarjana pendidikan guru yang merasa tidak dianggap oleh pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka adalah guru Bahasa Jerman.

Kepada marjinnews.com pada Kamis (11/10) siang, Juve salah satu lulusan guru Bahasa Jerman mewakili kawan-kawannya mengeluhkan bahwa data kebutuhan guru Bahasa Jerman yang pernah dia sodorkan setahun sebelumnya kepada pemerintah setempat (DISPENDIK NTT) tidak pernah dibaca.

Data yang dimaksud perempuan lulusan Universitas Negeri Surabaya tahun 2011 ini adalah Rekap Data Guru Pembelajar Bidang Bahasa Berdasarkan Hasil Pembagian Moda Hasil Uji Kompetensi 2015 PPPPTK Bahasa-2016 yang menunjukkan pemetaan kebutuhan guru Bahasa di seluruh Indonesia, termasuk NTT terbilang masih sangat tinggi.

"Jauh-jauh hari ketika mengantongi data tersebut, para lulusan Sarjana Bahasa Jerman yang saat ini menjadi guru honorer ini sangat berharap penuh dengan tes CPNS 2018 kali ini. Bahkan data PPPPTK itu sudah disebarluaskan ke group alumni Sarjana Bahasa Jerman NTT. Saya bahkan sudah mengirimkan data-data itu ke DISPENDIK NTT agar bisa menganalisis kebutuhan guru Bahasa Jerman di wilayah tersebut. Namun hasilnya nihil. Tidak ada kuota sama sekali!" Ujar Juve.

Mereka juga menjelaskan bahwa kekeliruan yang paling fatal itu terjadi di DISPENDIK NTT karena merekalah yang mengurusi guru SMA/SMK.

"Daerah dengan otonominya mengatur sendiri kebutuhan PNS di wilayahnya. Dalam hal ini patut kita curigai bahwa DISPENDIK NTT salah memetakan kebutuhan tenaga pendidik khusus guru Bahasa Jerman di NTT karena mereka yang bertugas mengusulkannya ke BKD Provinsi sebelum ditandatangi Gubernur untuk kemudian diusulkan menjadi E-Formasi" ungkapnya.

Informasi dari salah seorang PNS Bahasa Jerman di sebuah sekolah di Manggarai Timur atas nama Andri mengaku sudah melakukan komunikasi secara pribadi via facebook dengan pihak DISPENDIK NTT yang berwenang menyusun formasi CPNS guru Provinsi NTT dan yang bersangkutan mengatakan bahwa usulan mereka akan diakomodir dalam tes CPNS 2018, namun kondisi setelahnya malah berbanding terbalik.

Proses seleksi CPNS kini sedang berlangsung. Namun, guru Bahasa Jerman hanya bisa menelan ludah sambil mengelus dada karena kuota untuk mereka tidak satupun tersedia di NTT.

Untuk diketahui informasi dari laman resmi Kemenpan RB menunjukkab bahwa pengadaan CPNS tahun 2018 ini membuka 238.015 formasi. Jumlah tersebut terdiri dari 51.271 formasi untuk instansi Pemerintah Pusat dan 186.744 formasi instansi Pemerintah Daerah (525 Pemda).

Tenaga pendidik yang akan direkrut melalui CPNS 2018 ini terdiri atas: guru madrasah Kementerian Agama bertugas di Kabupaten/Kota sebanyak 12.000 formasi, dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi, guru Kelas dan mata pelajaran untuk pemerintah daerah (pemda) sebanyak 88.000 formasi, dan guru agama untuk pemda sebanyak 8.000 formasi.

Total terdapat 122.454 formasi tenaga pendidik untuk kebutuhan instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Sisanya, diberikan untuk memenuhi kebutuhan jabatan Inti pemerintah pusat yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi, tenaga kesehatan untuk pemda sebanyak 60.315 formasi (dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan tenaga medis/paramedis), serta tenaga teknis dari pelamar umum 30.429 formasi. (AA/MN)