Demi Mendapat Jatah Proyek, Oknum DPRD Manggarai Barat Catut Nama SMPK Orong
Cari Berita

Demi Mendapat Jatah Proyek, Oknum DPRD Manggarai Barat Catut Nama SMPK Orong

MARJIN NEWS
8 October 2018

Foto: Dok.MarjinNews
Labuan Bajo, Marjinnews.com -- Proyek penggusuran lapangan sepak bola dan tembok penahan di SMPK Orong, Kecamatan Welak, Manggarai Barat yang mencatut nama Sekolah Menengah Pertama Katolik Orong oleh salah satu oknum Anggota DPRD Manggarai Barat asal Kecamatan Welak atas nama Fidelis Syukur terus bergulir.

Pihak SMPK Orong merasa dirugikan atas pencatutan nama sekolah tersebut. Sebab, menurut pihak SMPK Orong mereka tidak pernah mengusulkan proyek penggusuran lapangan tersebut.

Kepala SMPK Orong Eduardus Amparlo, SH mengatakan, meski diprotes dan keberatan mencatut nama SMPK Orong, Welak Oknum Anggota DPRD Asal Welak itu tetap mengusulkan kegiatan sub kegiatan Aspirasi DPRD Manggarai Barat.

Seperti diketahui dalam APBD Induk tahun 2018 telah dianggarkan paket pekerjaan yang sama seniai Rp.200 juta namun pekerjaanya tanpa Kontrak & SPK.

Menurut Kepala SMPK Orong, Eduardus Amparlo, SH sekolahnya tidak sedang membutuhkan lapangan sepak bola.

"Kalau bicara kebutuhan ril di SMPK Orong sekarang kami lagi ingin tambahan Ruang Kelas Baru. Mengingat rombongan belajar banyak, dan juga membutuhkan TPT di dalam kompleks Sekolah," ujarnya.

Untuk diketahui, pekerjaan Proyek DAU di PKO Mabar, diduga dilaksanakan tanpa prosedur yang jelas.

Proyek yang mengeruk uang rakyat ini disinyalir banyak pekerjaan paket Penunjukan Langsung (PL) tanpa kontrak kerja dan SPK.

Ada begitu banyak paket Proyek yang dikerjakan tanpa SPK dan kontrak paket PL yang diobralkan oleh PPK kepada pihak ke 3.

Misalkan proyek penggusuran dan pengerjaan tembok penahan di SMPK Orong, yang dikerjakan kurang lebih empat bulan yang lalu. Proyek tersebut diduga dikerjakan langsung oleh oknum DPRD Mabar asal Welak yang diketahui bernama Fidelis Syukur.

Anehnya lagi, proyek penggusuran lapangan yang katanya untuk sekolah tetapi yang digusur yaitu lapangan milik Paroki Orong yang berada di luar wilayah sekolah.

Kepala SMPK Orong mengatakan bahwa lapangan tersebut bukanlah milik SMPK Orong, melainkan milik Paroki Orong.

Terkait proyek tersebut, Pihak SMPK Orong mengaku merasa dirugikan dengan pencatutan nama sekolah mereka dalam modus permainan proyek oleh oknum anggota DPRD dengan Pihak Dinas PKO Mabar.

Kepala SMPK Orong juga mengaku sudah dua kali dianggarkan dalam APBD, SMPK Orong tidak pernah diberitahukan oleh dinas PKO baik secara lisan maupun tulisan.

Menurut Kepala SMPK Orong juga, proyek lapangan itu tidak menjadi penting, sebab sekolahnya masih membutuhkan fasilitas gedung.

Ia bahkan takut, jika nanti di kemudian hari mereka mengusulkan peroyek pembangunan lapangan, pihak Pemkab Mabar tidak mau, sebab jatah anggaran sudah dialokasikan yaitu buat penggusuran lapangan milik Paroki Orong. (*)

Penulis: Remigius Nahal