Cinta Pertama Bagian 4

(Gambar: Istimewa)

Riuh gemuruh suasana di hari itu. Hari di mana anak-anak sekolah merayakan kelulusannya. Satu tahun lebih dari sejak kembali lagi ke kota Yolanda kembali melanjutkan sekolahnya di sekolah awal hingga lulus.

Kenangan selama tinggal di desa tak pernah ia lupakan termasuk kenangannya bersama Daniel, orang yang dicintainya meskipun bukan orang pertama yang mengisi hatinya, tetapi baginya Daniel bukan orang yang mudah ia lupakan. Meskipun begitu Yolanda tidak mau terus bergelut dengan masa lalu, ia sadar antara dirinya dan Daniel tidak mungkin melanjutkan hubungan dengan jarak dan kesibukannya masing-masing.

Sejak dari tiga bulan yang lalu Yolanda menjalin hubungan dengan anak kuliahan yang bernama Darwin. Dia sosok laki-laki yang dewasa dan begitu perhatian padanya. Sebenarnya Yolanda tak benar-benar melupakan Daniel secepat itu dan tidak pula menjadikan Darwin sebagai pelampiasannya, hanya saja perasaan dia terhadap Daniel masih tak bisa dihapus sepenuhnya, dan itulah yang membuat dia selalu merasa bersalah pada Darwin.

"Ma. Sebelum Yolan melanjutkan kuliah, Yolan mau ke desa dulu," ungkapnya bersandar di bahu sang mama.

Mereka berdua tengah menikmati udara sore di taman belakang rumah, dengan ditemani dua gelas teh hangat.

"Untuk apa? Kalau mau liburan kamu bisa ke luar negeri."

"Bukan liburan Ma, aku cuma mau ketemu Daniel,"

"Daniel? Bagaimana dengan Darwin? Sayang, Mama lihat kamu sudah bahagia bersama Darwin dan dia sangat mencintai kamu, mama bisa lihat itu,"

"Ma. Aku tahu, aku cuma merasa ada hal yang harus diselesaikan antara aku sama Daniel, mungkin aku masih merasa bersalah karena mendadak ninggalin dia. Mama pasti tahu kan itu rasanya bagaimana?"

"Baiklah. Mama cuma minta jangan sakiti Darwin."

"Iya, Ma."

Dua hari kemudian, setelah tigabelas jam perjalanan, akhirnya Yolanda sampai di tempat tujuan. Ia melihat banyak sekali perubahan setelah hampir dua tahun ditinggalkannya.

Sebenarnya ia takut menemui Daniel dan tidak tahu bagaimana caranya. Selama perjalanan ia berpikir Daniel hanya akan menyuruhnya pergi dan tidak mau bicara apa pun padanya. Sadar, Daniel telah ia kecewakan, namun tekad untuk meminta maaf masih kokoh di dalam hatinya, karena memang waktu itu perasaannya juga hancur, Yolanda juga sangat mencintai Daniel, sama sepertinya. Hanya saja dia tidak punya pilihan lain selain pasrah pada keadaan.

Suasana sejuk kembali Yolanda rasakan, ia berdiri mematung, menadah pasrah pada udara yang menenangkan seperti saat pertama kali ia menginjakkan kaki di tempat itu, tempat yang kini terlihat tidak terawat, tidak seperti biasanya penuh dengan bunga-bunga bermekaran, tetapi masih tetap layak untuk dinikmati.

"Masih ingat tempat ini? Tempat yang sudah rusak," Yolanda membalikan badan. Perasaannya kini benar-benar tak karuan.

"Daniel. Kamu hobi ya kagetin orang? Ini kedua kalinya kamu tiba-tiba datang dari belakang." mencoba bersikap normal saat Daniel terus menatap dirinya seolah banyak hal yang ingin diungkapkan.

"Ada apa?"

"Aku pikir tidak bakal ketemu kamu lagi. Kamu terlihat lebih dewasa dan makin cantik sekarang."

"Sudah pasti, kan umurnya juga bertambah. Oh, iya. Aku ke sini mau minta maaf sama kamu," ucap Yolanda tanpa basa-basi, lalu Daniel menghampirinya dan duduk di sampingnya.

"Aku sebenarnya benci sama kamu dan aku juga sebenarnya tidak mau bicara apa pun sama kamu, tapi perasaanku masih butuh kamu. Selama ini aku tidak pernah bisa lupain kamu. Tidak."

"Aku tahu. Aku juga begitu."

"Seandainya saja benar." Sindir Daniel.

Mereka melanjutkan perbincangan sambil berjalan-jalan kecil menyusuri celah-celah kebun teh. Mereka kembali mengulang semua hal yang pernah dilakukan waktu dulu, seperti kebiasaan Daniel membuat gelang dari akar tanaman untuk Yolanda.

Tak sedikit pun ada canggung, Daniel dan Yolanda sama-sama menikmati kebersamaan mereka, seperti awal mereka saling jatuh cinta dulu.

Hingga waktu tiba di ujung hari. Semua mata tertuju pada bias senja dan langit yang separuhnya mulai menghitam. Di bawah pohon rindang dengan daun yang berjatuhan, Daniel dan Yolanda masih bersama. Kali ini perasaan di keduanya sudah mulai bisa dikendalikan, seperti niat mereka yang ingin menuntaskan perasaan agar tak lagi membebani hatinya.

"Nenek aku lima bulan yang lalu meninggal, dan aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di sini, jadi orang tua aku memutuskan membawaku ke Belanda, untuk melanjutkan kuliah di sana."

"Oh, ya? Kapan berangkat?"

"Sebenarnya hari ini sudah harus ke Jakarta, cuma tadi ada tetanggaku yang bilang melihat kamu ke sini. Ya sudah aku putuskan berangkatnya besok."

"Oh, jadi... Pantasan kamu tiba-tiba muncul, kirain memang nuranimu yang manggil, hehe.."

"Hmm... Tidak semudah itu yah." Daniel mengacak-acak rambutnya hingga membuatnya sedikit kesal, namun akhirnya mereka tertawa bersama-sama.

"Huh! Kamu di sini ternyata," Daniel dan Yolanda menoleh ke samping berbarengan. Mendapati seoramg pria tengah mengatur napasnya setelah melewati bukit.

"Darwin?" Yolanda terkaget. Sedang Daniel masih mematung, melihatnya.

"Sayang... aku cari-cari alamat yang Mama kamu kasih ternyata susah juga yah,"

"Mama suruh kamu ke sini?" Yolanda menghampiri.

"Iya. Suruh nyusulin kamu, katanya."

"Oh, Mama." gerutunya.

"Eh, Kenalin ini Daniel. Daniel ini Darwin... Pacar aku." walaupun sedikit ragu, bagaimanapun ia harus mengungkapkannya. Mereka pun saling berjabat tangan dengan ramah.

Sebenarnya Darwin tahu tentang Daniel dari mamannya Yolanda, dia menjelaskan dengan detail ke Darwin dan Darwin pun memahaminya dengan baik. Begitu juga sebenarnya Darwin tidak berniat untuk menyusul Yolanda, namun itu permintaan yang harus ia penuhi.

"Ini sudah malam, mau pulang sekarang?" tanya Darwin dengan penuh kehati-hatian, bagaimanapun dialah yang paling dewasa di antara mereka, sebisa mungkin ia tetap menenangkan keadaan, lagi pula ia percaya sepenuhnya pada cinta Yolanda.

"Ya sudah, kalau begitu... Jaga dirimu baik-baik, dan sukses di sana, yah." Yolanda melambaikan tangan. Daniel membalasnya dengan anggukan ramah.

Ia bahagia kini perasaannya tak lagi terikat pada orang yang tak bisa ia miliki. Cinta pertama yang berakhir dengan merelakan. Itu yang terbaik.

Yolanda pun sudah lega, ia bisa melanjutkan kehidupannya bersama orang yang dicintai dan sangat mencintainya tanpa harus terbebani perasaan yang belum tuntas, juga rasa bersalahnya. Ia kembali pulang dan mungkin tidak akan pernah kembali lagi ke tempat itu, selamanya. Cintanya bersama Daniel kini sudah benar-benar berakhir.*

-Selesai-


Baca Juga:







Oleh: Heribertus Kandang

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,114,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,278,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,206,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1046,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Cinta Pertama Bagian 4
Cinta Pertama Bagian 4
https://4.bp.blogspot.com/-ssnuumIkNMY/W9Awtxp-Y0I/AAAAAAAAAWU/vx0HDqNTGLk3WbE65fwbgvn-JOVKCS8EACLcBGAs/s320/images%2B%252811%2529.jpeg
https://4.bp.blogspot.com/-ssnuumIkNMY/W9Awtxp-Y0I/AAAAAAAAAWU/vx0HDqNTGLk3WbE65fwbgvn-JOVKCS8EACLcBGAs/s72-c/images%2B%252811%2529.jpeg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/10/cinta-pertama-bagian-4.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/10/cinta-pertama-bagian-4.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy