Buang Sampah Sembarangan, Gubernur NTT akan Suruh Ambil Pakai Mulut
Cari Berita

Buang Sampah Sembarangan, Gubernur NTT akan Suruh Ambil Pakai Mulut

MARJIN NEWS
25 October 2018

Foto: Istimewa

Kupang, Marjinnews.com - Ketegasan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat dalam menjaga alam NTT agar tetap indah dah bebas dari sampah terus didengungkan.

Viktor yang baru dilantik beberapa bulan lalu dengan tegas melarang warga, terutama aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Provinsi NTT, membuang sampah sembarangan.

Menurut gubernur Viktor yang berpasangan dengan Joseph Nay Soi ini, sampah yang dibuang secara sembarangan telah merusak keindahan alam di NTT.

Viktor pada kesempatan ini telah mengajak Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore untuk bersama-sama bangun pagi dan membersihkan sampah yang berserakkan di sepanjang pantai di Kota Kupang.

"Saya sampaikan ke wali kota Kupang agar bangun pagi pada pukul 5.00 Wita dan keliling pantai untuk pilih sampah. Kalau kita pilih sampah selama satu bulan dan masih ada sampah, maka kita akan kasih makan orang sampah," ucap Viktor di Kupang, Kamis (25/10/2018).

"Orang yang isap rokok dan buang puntung rokok sembarangan, dan saya temukan, maka saya suruh angkat pakai mulut untuk dibuang ke tempat sampah," tegas Viktor lagi.

Viktor mengaku, selama menjadi gubernur, dia tidak pernah buang sampah plastik, termasuk sampah minuman mineral, karena ia selalu membawa botol air sendiri ketika berkunjung ke manapun.

Jika air di dalam botol minumannya habis, maka dia akan membeli kelapa muda untuk diminum.

"Saya tidak mau menjadi orang yang menyampah di tempat yang indah ini," sebut Viktor.

Dalam penuturannya, Viktor telah ditegur oleh biarawan asal Belgia dan seorang warga Jerman, karena banyaknya sampah yang berserakan di laut Labuan Bajo, Manggarai Barat dan Kota Kupang.

Karena itu, Viktor pun berjanji, dalam enam bulan ke depan, dia akan bekerja keras untuk menjadikan NTT bebas dari sampah.

Menurut Viktor, dalam kepemimpinannya, pariwisata dijadikan sebagai lokomotif pembangunan, sehingga NTT harus bersih dan bebas dari sampah, sehingga wisatawan akan semakin senang berkunjung ke NTT. (*)

Editor: Remigius Nahal