Diduga Beri Jatah Proyek ke Adik Kandung Sendiri, Ahang Melaporkan Bupati Manggarai ke KPK
Cari Berita

Diduga Beri Jatah Proyek ke Adik Kandung Sendiri, Ahang Melaporkan Bupati Manggarai ke KPK

MARJIN NEWS
2 October 2018

Laporan Ahang ke KPK. Foto: MN
Ruteng, Marjinnews.com -- Pada bulan Mey lalu, tepatnya pada tanggal 28, anggota DPRD Manggarai, Marsel Ahang melaporkan bupati Manggarai Deno Kamelus ke KPK.

Laporan Ahang ke lembaga antirasuah terhadap orang nomor satu di Manggarai itu karena diduga, Bupati Deno telah melakukan tindakan penyalahguaan wewenang dan memperkaya diri sendiri.

Dalam laporannya yang diterima oleh Staf KPK atas nama Andika P, Ahang melaporkan permasalahan beberapa tender proyek yang dikerjakan oleh adik kandung dari Bupati Manggarai pada tahun anggaran 2017 silam.

Proyek-proyek itu antara lain, peningkatan jalan di Lelak Lamba-Ketang senilai Rp.1.072983.000 dan Proyek pembangunan Puskesmas Watu Alo di Kecamatan Wae Ri'i yang menelan anggaran dua miliyar.

Proyek jalan di Kecamatan Lelak menurut Marsel Ahang dalam laporannya ke KPK itu, pengerjaannya tidak sesuai dengan RAB dan tanpa ada fondasi dan tembok penahan yang dikerjakan langsung oleh Marsel Damat adik kandung Bupati Manggarai.

Sedangkan untuk masalah proyek pembangunan Puskesmas Watu Alo di Kecamatan Wae Ri'i, kata Ahang, pada saat itu pengerjaanya melewati batas waktu sesuai yang ditentukan. Dan proyek tersebut hanya sebatas tender yang sarat formalitas.

Menurut Ahang, Bupati Manggarai memberikan proyek tersebut ke adik kandungnya, sementara pada saat itu adik kandungnya ini juga masih mengerjakan proyek yang lain.

Pada kesempatan itu juga, Marsel Ahang meminta KPK untuk memeriksa bendahara umum paket Deno-Madur pada pilkada 2015 silam atas nama Silik Mantara dan No.

Sebab menurut Ahang, keduannya ini waktu Pilkada 2015 silam diduga mengkordinir semua para kontraktor untuk mengumpulkan sejumlah uang demi kemenangan paket DM. Sehingga proyek-proyek yang ada di Manggarai diberikan kepada para kontraktor ini sebagai imbalannya. (*)

Editor: Remigius Nahal