Adrianus, Remaja 15 Tahun yang Mengidap Penyakit Lumpuh
Cari Berita

Adrianus, Remaja 15 Tahun yang Mengidap Penyakit Lumpuh

MARJIN NEWS
22 October 2018

Foto: Istimewa

Borong, Marjinnews.com -- Keadaan yang memprihatinkan dialami oleh Adrianus Hemat, remaja 15 tahun ini mengidap penyakit lumpuh.

Keadaan tersebut membuatnya susah untuk beraktivitas, bahkan untuk buang air kecil maupun buang besar dia harus dipangku. Dia sudah tidak bisa berjalan sendiri.

Penyakit lumpuh ini sudah lima tahun mengambil keceriaan Adrian. Saat ini Adrian hanya bisa berbaring tidak berdaya di tempat tidurnya yang hanya beralaskan tikar.

“Dia lumpuh dari umur sepuluh tahun. Dan sampai sekarang dia benar-benar tidak bisa berjalan. Dia seharusnya bisa menikmati masa remajanya, sebagaimana anak remaja lainnya. Tapi nyatanya dia berada di sini sekarang. di tempat tidurnya yang lusuh”. Kata Edi Suwardy, pemerhati pasien yang mengalami penyakit kronis.

Hidup di daerah terpencil yang jauh dari fasilitas umum membuat kedua orang tua dari Adrianus merasa setengah mau putus asa.

Jarak dari rumah ke jalan negara sangat jauh yaitu belasan kilometer, sehingga menyulitkan kedua orang tuanya jika hendak mengantar Adrian ke Puskesmas atau ke Poliklinik. Belum lagi biaya pengobatan yang tidak bisa dijangkau.

Orang tua Adrianus hanya bekerja sebagai buruh tani di sawah-sawah milik warga setempat. Pendapatan dari hasil kerja sebagai buruh tersebut dipakai untuk biaya makan sehari-hari dan juga untuk biaya pengobatan dari Adrianus.

“Mereka (Adrianus dan Kedua Orang tuanya) tinggal di Papo, Desa Golo Reos, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, itu sangat jauh dari jalan negara. Sehingga kedua orang tuanya kesulitan untuk mengantarnya ke Puskesmas ataupun Poliklinik. Ditambah lagi keadaan ekonomi mereka sangat memprihatinkan”. Lanjut Edi.

Perhatian dari pemerintah dan pihak kesehatan juga dirasa kurang. Sehingga membuat penyakit ini tidak kunjung sembuh. Saat ini Adrian dan keluarganya hanya bisa mengharapkan bantuan dari pihak-pihak yang bersedia menolongnya.

“Satu permintaan dari anak ini dan harapan dari orang tuanya, jika ada yang membaca atau melihat sendiri kondisinya, mereka hanya meminta doa dan jika ada pihak yang bersedia menolong dan membantu untuk pengobatannya, mereka hanya minta kursi roda yang masih layak digunakan”. Tutupnya.

Penulis: Eman Jabur