Yohanes Nangkor, Calon DPRD Manggarai Termuda di Dapil Rahong Utara dan Wae Ri’i
Cari Berita

Yohanes Nangkor, Calon DPRD Manggarai Termuda di Dapil Rahong Utara dan Wae Ri’i

MARJIN NEWS
28 September 2018

Foto: Istimewa
Ruteng, Marjinnews.com -- Tokoh muda dari Rahong Utara, Manggarai, Yohanes Nangkor jadi Calon Legislatif (Caleg) tahun 2019 termuda dari Partai Demokrasi Indonesia Penjuangan (PDIP) di Dapil 5.

Yohan, sapaan akrabnya telah diverifikasi sebagai Caleg tahun 2019 oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP.

Yohanes Nangkor, saat ini baru berusia 27 tahun dan belum berkeluarga. Di usianya yang terbilang masih muda dan dengan statusnya yang masih lajang, dirinya bahkan telah memikirkan persoalan masyarakat secara kompleks.

Lahir dan besar di keluarga yang kurang berada membuatnya paham dan termotivasi untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat banyak.

Pada tanggal 23 September 2019  pihak KPU Manggarai telah mengesahkan Yohan sebagai salah satu calon legislatif yang bertarung di 2019 mendatang, dengan daerah pemilihan Kecamatan Rahong Utara dan Kecamatan Wae Ri’i.

Berikut adalah hasil wawancara pihak MarjinNews dengan Yohanes Nangkor

Pertanyaan:

Kenapa masyarakat Dapil 5 (Rahong Utara dan Wae Ri’i) harus memilih Anda di pileg 2019?

Jawaban:

Singkat saja jawabannya, karena saya memang orang  yang tepat untuk menjadi wakil rakyat.

Pertanyaan:

Perpiapan apa saja yang Anda siapkan sebelum memilih untuk berkecimpung dalam dunia politik?

Jawaban:

Sebelumnya saya mau mengatakan bahwa, keinginan saya untuk bergabung dalam politik adalah sesuatu yang telah saya renungkan dari sejak saya SMP. Waktu itu motivasi saya muncul begitu saja, dan terus bertumbuh semakin kuat. Karena itu, saya mengasah kemampuan saya dalam hal memimpin orang lain. Dan akhirnya saya terpilih menjadi ketua Asrama milik Pastoran Beokina. Tidak berhenti sampai di situ, semenjak saya melanjutkan studi ke Makasar, saya kembali mengasah kemampuan itu dengan mengikuti berbagai organisasi. Dan beberapa organisasi telah mempercayakan saya untuk menjadi ketuanya, dua di antaranya adalah Himpunan Mahasiswa Rahong Utara Manggarai Makasar (HIMARAMA) dan Komunitas Pencinta Budaya Manggarai (KPBM). Selain itu saya juga sering meluangkan waktu untuk membaca buku, karena seperti yang orang bilang bahwa buku adalah jendela dunia. Saya rasa dengan pengalaman dan pengatahuan yang saya dapatkan selama ini saya sudah sangat siap untuk menjadi Wakil Rakyat.

Pertanyaan:

Apa yang memotivasi Anda untuk ikut caleg?

Jawaban:

Karena saya melihat pembangunan di Kecamatan Rahong Utara dan Wae Ri’I belum semuanya maksimal, bahkan ada beberapa daerah yang kondisi jalannya sangat memprihatinkan, tidak bisa masuk mobil, seperti misalnya Desa Dimpong dan Kampung Topak. Jadi dari itu saya hadir dan siap membangun Rahong Utara dan Wae Ri’i melalui perjuangan yang akan saya lakukan di DPRD nanti. Sekali lagi saya akan membangun Rahong Utara dan Wae Ri’i dengan segenap kemampuan dan kewenangan yang saya punya, jika nantinya terpilih.

Pertanyaan:

Apa saja yang Anda lakukan jika nantinya terpilih?

Jawaban:

Sampai saat ini saya tidak bisa menjanjikan banyak hal, karena mengingat Wakil Rakyat itu hanya memiliki tiga fungsi, yaitu pengawasan, anggaran, dan legislasi. Jadi saya hanya “bicara apa yang bisa saya lakukan” (tombo ata ngance pande) dan nantinya saya akan “melakukan apa yang telah saya katakan” (pande ata poli tombo) yaitu berkaitan dengan ketiga fungsi yang telah saya sampaikan di atas. Tetapi hal pertama yang akan saya lakukan jika natinya terpilih adalah saya akan selalu menjemput dan menyerap aspirasi Masyarakat lalu kemudian akan saya tindak lanjuti dengan memperjuangkannya.

Pertanyaan:

Sebagai perwakilan dari kaum muda, Anda tentu tahu sendiri bahwa banyak kaum muda yang menganggur. Kira-kira bagaimana rencana Anda kedepannya untuk kaum muda di Dapil 5?

Jawaban:

Nah, itu dia. Di Kecamatan Rahong Utara dan Wae Ri’i ini ada begitu banyak anak muda yang telah menyelesaikan pendidikan, bahkan banyak yang sudah sarjana, tetapi belum kerja, alias menjadi pengangguran. Tentu itu terjadi, salah satunya karena para pemimpin yang ada di dua kecamatan belum bisa mengakomodir dan belum bisa membuka lapangan kerja. Sehingga banyak anak muda yang yang menganggur. Maka dari itu saya akan berusaha untuk menyuntikan ide kreatif kepada anak muda agar bangkit untuk menjadi entrepreneur muda. Saya akan  rutin mengadakan diskusi lintas anak muda, dengan cara yang inovativ. Jadi saya mengajak segenap anak muda di dua Kecamatan ini untuk berjuang bersama saya, bergandenngan tangan untuk membangun kecamatan ini. Saya tidak bisa sendiri, saya butuh kalian.

Pertannyaan:

Apa slogan politik Anda?

Jawaban:

“Toe kop do tombo, ai nanang kerja nyata” “sembeng cama lengge, ca nai cama kasih asi” (Tidak elok banyak bicara, tapi ingin kerja nyata – melindungi sesama kaum miskin, satu hati sesama orang tak punya). Slogan politik saya yang lainnya adalah melayani rakyat seperti melayani raja.

Penulis: Eman Jabur
Editor: Remigius Nahal