Utang Rp 35 Miliar, Akibat Bupati Manggarai Buta Aturan
Cari Berita

Utang Rp 35 Miliar, Akibat Bupati Manggarai Buta Aturan

MARJIN NEWS
7 September 2018

Foto: Istimewa
Ruteng, Marjinnews.com -- Polemik pembahasan anggaran di Kabupaten Manggarai tak kunjung berakhir.

Setelah Bupati Manggarai Deno Kamelus memaparkan KUA PPAS di depan Dewan, salah satu anggota DPRD dari PKS Marsel Ahang mempertanyakan kepada Bupati Deno soal defisit anggaran yang terjadi.

Ahang menjelaskan, KDP (Konstruksi dalam Pengerjaan) terdapat utang sebesar Rp. 35 miliar lebih dalam utang jangka pendek.

Utang itu menurut Ahang, diakibatkan Bupati Deno Kamelus pura-pura buta aturan.

"Dia tahu aturan tapi buta aturan,"tegas Ahang kepada media ini.

Ahang membeberkan, ada proyek oleh Deno Kamelus dierintahkan untuk kerja namun pengerjaanya tidak dilanjutkan karena kendala dana untuk membiaya proyek.

"Proyek tersebut tidak dilanjutkan karena tidak ada anggaran," papar Ahang.

Lanjut Ahang, Bupati Deno sengaja melakukan hal tersebut demi membagi jatah kepada Timses saat pilkada lalu.

"Kan banyak Timses yang belum dapat jatah proyek dengan cara Deno kerja dulu proyeknya, gampang untuk cari solusi menutupi defisit anggaran tersebut dgn cara rasionalisasi setiap anggaran di OPD," tegas Ahang.

Marsel Ahang menegaskan, tindakan Bupati Manggarai Deno Kamelus sudah dikategorikan tindakan KKN.

Bahkan Menurut Politisi asal Cancar itu menyinggung soal adanya SILPA.

"Kalau ada SILPA atau sisa lebih anggaran kenapa harus ada rasionalisasi anggaran di setiap OPD untuk menutupi defisit daerah yang menjadikan utang jangka pendek," tutup Ahang.

Sementara itu, ketika marjinnews beberapa kali meminta tanggapan melalui pesan elektronik kepada Bupati Deno Kamelus terkait tudingan Ahang tersebut, Bupati Manggarai itu tidak memberikan jawaban.

Sampai berita diturunkan, Bupati Deno juga belum memberi tanggapan kepada media ini.

Editor: Remigius Nahal