Upaya Damai oleh Rensi Ambang, Yance Janggat: Mereka Tidak Pernah ke Kantor Kami
Cari Berita

Upaya Damai oleh Rensi Ambang, Yance Janggat: Mereka Tidak Pernah ke Kantor Kami

MARJIN NEWS
26 September 2018

Foto: Istimewa
Ruteng, Marjinnews.com – Kasus Rensi Ambang Vs Eky, terus bergulir. Kini RA sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Manggarai sejak Selasa malam (25/9).

Ada fakta terbaru di balik kasus penganiayaan terhadap Melkior Merseden Sehamu alias Eki yang disiarkan melalui jejaring sosial Facebook oleh Rensi Ambang.

Rensi, yang dikenal sebagai penyanyi di Manggarai, pun siap menghadapi proses hukum tersebut. Namun, selain menghadapi proses litigasi, ia juga berupaya menempuh jalur non litigasi dengan melakukan upaya damai.

Hal itu disampaikan pengacara Rensi, Plasidus Asis de Ornay saat konferensi pers di Golden Resto Ruteng, Selasa malam, 25 September 2018.

Upaya damai tersebut, kata Plasidus, dilakukan dengan mendatangi keluarga Eki di Bari dan Nampar Macing, Manggarai Barat beberapa waktu lalu.

“Kami sudah lakukan (upaya damai). Keluarga Rensi Ambang sudah mendatangi Eki sendiri,” katanya.

Ia juga menjelaskan, sudah ada komunikasi dengan pengacara Eki, yang juga beberapakali menghubungi keluarga Rensi.

“(Kami) bicara dari hati ke hati,” ungkap Plasidus.

Ani Ambang, saudari Rensi, yang hadir dalam konferensi pers itu membenarkan proses pendekatan keluarga yang selama ini mereka tempuh.

Ia menjelaskan, saat mendatangi keluarga Eki di Bari dan Nampar Macing mereka menggunakan tata cara adat Manggarai.

Ia mengakui, proses tersebut memang belum membuahkan hasil. Namun, jelasnya, pihaknya terus membangun komunikasi.

Beberapa hari yang lalu, kata Ani, ia sempat menghubungi Eki melalui ponselnya. Saat itu, tuturnya, Eki menyampaikan bahwa pihaknya sudah bersedia agar persoalan itu diselesaikan secara damai.

Namun, jelas dia, menurut penuturan Eki, pihak pengacaranya yang belum menerima tawaran damai tersebut.

“Eki bilang, ‘Saya dan isteri mau damai, tetapi masalahnya pengacara’. Saya sejujur-jujurnya menyampaikan ini,” tutur Ani.

Plasidus melanjutkan, pihak Rensi mengakui bahwa dirinya telah bersalah. Ia juga menjelaskan jika kliennya menyesali perbuatannya dan telah meminta maaf kepada Eki.

Menanggapi keterangan penasehat hukumnya Rensi Ambang dan saudarinya itu, Pengacara dari Eky menampik bahwa semua itu tidaklah benar.

"Itu tidak betul, kami  sadar bahwa berdamai itu  juga dianjurkan dalam proses hukum, toh pada sidang nanti terdakwa juga pasti ditanya, oleh hakim , apakah  korban sudah atau mau memaafkan terdakwa," terang Yance Janggat ketika dikonfirmasi MarjinNews pada Rabu sore (26/9).

Yance Janggat mengaku tidak paham dengan terminologi damai yang dimaksud oleh Pengacaranya Rensi Ambang.

"Kami tidak paham tentang terminologi damai yang dikatakan oleh PH-nya pelaku," tandasnya.

Menurut Janggat, dirinya punya kantor hukum. Seharusnya mereka datang ke kantornya kalau ingin berdamai.

" Ya, kami punya kantor jelas tetapi tidak ada yang datang. Yang kami tahu yang omong-omong begini, tidak pernah ada keluarga dan PH dari pelaku datang ke kantor kami untuk bicara seperti keterangan mereka di konpres itu," tutup Yance Janggat. (*)

Editor: Remigius Nahal