Upacara Paki Kaba Bakok di Dimpong, Sebagai Bentuk Pemulihan dari Dosa
Cari Berita

Upacara Paki Kaba Bakok di Dimpong, Sebagai Bentuk Pemulihan dari Dosa

MARJIN NEWS
2 September 2018

(Foto: EJ/MN) 
Ruteng, marjinnews.com - Warga Manggarai, Flores, NTT memiliki ritual adat yang sakral. Salah satunya ialah menyelenggarakan Tarian Sae atau yang lebih dikenal Raga Sae. Ritus ini dianggap magis, karena tidak sebarang dipentaskan. Ritual adat warga Bumi Congka Sae ini sudah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang.

Upacara Paki Kaba atau Sae Kaba dalam ritual adat Manggarai bermacam-macam. Salah satu ialah Paki Kaba Bakok yaitu persembahan kerbau Putih sebagai pemulihan dari dosa.

Upacara Paki Kaba Bakok diadakan sebagai bentuk permohonan ampun kepada sang Pemberi Kehidupan. Seperti yang dilakukan warga warga Desa Dimpong, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai mengadakan upacara Paki Kaba Bakok pada Jumat (31/8) lalu.

Sebelum memasuki upacara puncak yaitu upacara Paki Kaba Bakok, terlebih dahulu warga desa Dimpong melaksanakan pentas tarian Raga Sae dan setelah Kerbau Putih dipersembahkan lanjut digelar tarian Caci yang bertujuan untuk memeriahkan upacara tersebut dengan Meka Landang (tamu undangan) dari Satar Mese sebagai lawan permainan Caci tersebut.

Bukan hanya mementaskan tarian caci mereka juga mengadakan tarian Sanda yang dilakukan sebelum dan selama pentas Caci berlangsung. Kegiatan caci diadakan selama tiga hari yang kemudian dilanjutkan dengan acara Paki Kaba Bakok yang merupakan acara inti.

Yohanes Nangkor salah satu pemain caci yang ikut memeriahkan upacara ini kepada MarjinNews mengatakan, kegiatan tarian Caci ini hanyalah sebagai tarian untuk memeriahkan upacara Paki Kaba Bakok yang sudah berlangsung

Menurutnya,  Upacara Paki Kaba Bakok bertujuan untuk mengantar segala keburukan yang telah dilakukan oleh warga kampung Dimpong agar nantinya warga kampung Dimpong bisa menjadi manusia yang suci dan terbebas dari dosa.

“Upacara Paki Kaba Bakok ini sebagai bentuk kemauan warga untuk menyucikan diri dan meminta pengampunan kepada Tuhan dan kepada Roh Leluhur atas segala dosa yang telah dilakukan," ujar pemuda yang berasal dari Golo Tebo itu.

Laporan: Eman Juman
Editor: Remi Nahal