Tuntutan Warga Belum Dipenuhi, Pemasangan Listrik ke Satar Mese Utara Terpaksa Dihentikan

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Tuntutan Warga Belum Dipenuhi, Pemasangan Listrik ke Satar Mese Utara Terpaksa Dihentikan

MARJIN NEWS
17 September 2018

Foto: Ilustrasi
Ruteng, Marjinnews.com -- Pengerjaan untuk pemasangan jaringan listrik ke wilayah Satar Mese Utara terpaksa dihentikan untuk sementara waktu.

Penghentian itu dilakukan akibat belum adanya titik temu kesepakatan antara pihak pengembang atau vendor pengerjaan pemasangan listrik dengan warga di Desa Gulung, Satar Mese Utara yang merasa dirugikan.

Warga bersikukuh agar pengerjaan listrik di wilayah itu dihentikan untuk sementara.

Mereka masih menuntut ada ganti rugi terhadap tanaman milik mereka yang ditebang sepihak oleh pihak pengembang beberapa waktu lalu.

Masalah antara warga Desa Gulung dengan pihak pengembang listrik ini sudah dua kali melakukan mediasi namun selalu gagal.

Pada mediasi sebelumnya warga Desa Gulung memberikan tiga tuntutan mereka kepada pihak Vendor atas nama CV Telaga sebagai pengerja pemasangan jaringan listrik tersebut.

Pada hari ini, Senin (17/9) janji untuk merealisasikan tiga tuntutan warga  tersebut kembali gagal.

Pihak Vendor yang dihadiri oleh Arif sebagai perwakilan dari pihak Vendor CV Telaga dan Bagus Kepala PLN menemui kembali warga Desa Gulung untuk membahas hasil mediasi seminggu yang lalu yang di lakukan di kantor desa Gulung yang dimediasi oleh Kades Gulung Rius Prau sebagai Mediator.

Lagi-lagi, pertemuan hari ini buntu. Hasil akhir pun masih belum jelas.

"Dari 3 tuntutan yang diberikan kepada pihak pengembang pada satu minggu yang lalu hanya satu poin saja yang baru diberi jawaban," ujar Jon Deme kepada MarjinNews Senin (17/9) sore.

Jon Deme menerangkan, untuk dua poin lainnya, belum dipenuhi pada hari ini oleh pihak PLN dan pengembang.

"Kami sebagai masyarakat yang dirugikan terkait proyek listrik tersebut oleh PLN atau vendor belum memberikan jawaban yang memuaskan," ujarnya.

Namun kata Jon, kesepakatan yang didapati hari ini antara kedua belah pihak yaitu masih menunggu lagi jawaban yang pasti dalam jangka waktu selama dua hari terhitung sejak Senin (17/9).
Pelang yang berisikan tandatangan bersama antara warga Desa Gulung dengan Pihak Vendor dan PLN yang berisikan penghentian sementara pengerjaan.
"Tuntutan terakhir kami hari ini bahawa PLN sebagai pihak yang melakukan instalasi listrik yang melewati kebun kami, pihak PLN bersedia memasang pelakat ulang terkait himbauan larangan utuk pekerjaan sementara dihentikan. Pengerjaan baru bisa dilanjutkan setelah masalah klear," tutupnya. (*)

Editor:Remigius Nahal