Tips-Tips Menulis Bagi Pemula

Foto: Dok. Pribadi Menulis dapat dilakukan oleh siapa saja. Semua orang bisa menulis. Menulis tidak hanya tentang ilmu pengetahuan yang ...

Foto: Dok. Pribadi
Menulis dapat dilakukan oleh siapa saja. Semua orang bisa menulis. Menulis tidak hanya tentang ilmu pengetahuan yang rumit, tetapi juga pengalaman hidup sehari-hari dan dikemas dengan cara yang menarik. Namun untuk menghasikan tulisan yang enak dibaca dan ditunggu-tunggu para pembaca, tidak semua orang dapat melakukannya. Untuk itu, aku mau berbagi tips menulis buat teman-teman.

Pertama, tidak ada yang gratis di dunia ini. Untuk mengembangkan potensi dalam menulis, kita butuh suplemen. Ada tiga suplemen utama yang mesti kita miliki yakni kemauan, usaha, dan ketekunan. Inilah kunci utama dalam kesuksesan dalam menulis. Ketiganya harus berjalan bersama. Sebab kemauan tanpa usaha akan tetap tinggal kerinduan. Pun kemauan tanpa ketekunan akan sia-sia saja.

Singkat kata ketiganya harus dipadukan dan selalu berjalan seimbang. Jika ada kemauan dalam diri, mesti diikuti dengan usaha. setiap Usaha harus dijalankan dengan ketekunan.

Kedua, kesabaran. Mungkin kesabaran dimasukan dalam poin ketekunan. Namun bagiku, kesabaran perlu ditempatkan pada bagian tersendiri. Kesabaran itu menyangkut hati. Tak sedikit orang yang kurang sabar. Setelah mereka menyelesaikan sebuah tulisan, mereka langsung mengirim tulisannya ke majalah dan ingin tulisannya diterbitkan. Pada hal tulisannya belum melewati tahap editing yang baik. Pada tahap ini, kesabaran diperlukan. Kita mesti mengedit tulisan kita dan membacanya berulang-ulang sebelum memutuskan untuk dikirim ke majalah tertentu.

Ini pengalaman dan tips yang sering saya lakukan. Sebuah artikel yang saya tulis selalu melewati pros-es editing yang ketat. Bukan hanya sekali sampai tiga kali, tetapi berkali-kali. Aku mela-kukan ini karena pengalaman. Banyak kali aku mengirim tulisan di majalah tetapi tidak kunjung diterbitkan. Aku lantas bertanya, Ada apa ya dengan tulisanku? Ternyata aku menemukan sendiri, tulisan yang kukirim itu belum diedit dengan baik.

Misalnya kesalahan penulisan, kalimatnya masih rancu, idenya belum jelas, korelasi antara judul dengan isinya kadang belum tepat, juga banyak yang lainnya. Dan yang lebih sering aku alami tentang hal ini, tulisan yang aku buat kemarin, rasa bahasa dan nuansa keindahannya berbeda dengan hari ini saat aku mengeditnya kembali. Sangat mudah menemukan kesalahan atau kekeliruan yang mungkin terjadi. Karena itu perlu waktu yang lama dalam pengeditan sebelum dikirim ke majalah. Dan itu butuh kesabaran.

Ketiga, menulis sambil mengedit. Kebanyakan orang membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan satu artikel. Bahkan tidak kunjung selesai hingga berbulan-bulan. Hal itu terjadi karena persoalan ini, menulis sambil mengedit. Banyak orang menyetujui bahwa kecenderungan ini sering kali muncul saat menulis. Setelah menulis satu paragraf, langsung diedit. Alhasil, tulisan tak kunjung selesai.

Tips yang ditawarkan ialah menulis apa yang telah kamu siapkan atau konsepkan tanpa mengeditnya saat sedang menulis. Ini penting karena kita  ingin tulisan kita sempurna dan menarik banyak orang. Pada hal kita seorang pemula dalam menulis.

Penulis sekaliber Mohamad Gunawan pun mengakui bahwa ia me-latih menulis setiap hari. Bahkan sebelum menja-di pemimpin redaksi Majalah Tempo, ia su-dah menjadi penulis terkenal dengan jumlah buku yang banyak. Ia meng-anjurkan, para penulis agar tekun dan giat menulis. Baginya, tak ada kata selesai untuk berlatih. Selagi kita masih bernafas, kita adalah manusia pembelajar. Bahkan sepanjang hidup, kita adalah pembelajar sejati. Karena itu, tulislah apa saja yang ingin kamu tulis dan mulai dengan hal sederhana yang kamu tahu.

Saat menulis, biarkan imajinasimu bekerja tanpa dipaksa untuk mengedit apa yang sedang kamu tulis. Baru setelah selesai menulis, kamu harus mengeditnya. Misalnya melengkapi kata-kata yang masih kurang, membetulkan hurufnya, menamba ide-ide baru yang mungkin perlu, dan menambahkan apa yang masih kurang dalam tulisanmu.

Keempat, mengumpulkan bahan. Cucum Suminar, penulis Kompasiana mengatakan, “Menulis itu seperti memasak. Untuk menghasilkan masakan yang lezat dan disukai orang lain kita perlu mengumpulkan bahan-bahan terlebih dahulu. Bahan-bahan yang kita peroleh kemudian diramu sedemikian rupa sehingga menghasilkan masakan yang lezat dan enak disantap.”

Menulis pun demikian. Kita mesti mengumpulkan sebanyak mungkin bahan yang perlu untuk membuat sebuah tulisan. Sebuah tulisan yang menarik selalu berasal dari bahan yang baik dan berkualitas. Mengumpulkan bahan dalam menulis bisa kita lakukan dengan membaca sumber rujukan, mendengar berita-berita, atau pun kita bertanya pada orang lain. Dengan demikian tulisan kita akurat dan bisa dijadikan rujukkan.

Kelima, membaca banyak buku. Seorang dosen pernah mengatakan, “Saya pusing kalau sehari tidak membaca buku.” Baginya buku ibarat makanan. Ia membaca buku setiap hari.  Membaca buku setiap hari masuk dalam kamus hidupnya. Dan ia menulis banyak buku. Dengan demikian, menulis tanpa banyak membaca buku adalah mustahil. Seorang penulis adalah seorang pembaca sejati. Ia rajin membaca buku atau berita-berita di media sosial pun pandai membaca tanda-tanda zaman.

Dengan semakin sering membaca, kita akan terbantu untuk menemukan ide utama dari setiap tulisan yang kita baca. Menemukan ide utama penting agar kita mengetahui maksud si penulis. Kejelihan kita menemukan ide utama akhirnya membantu kita merancang ide pokok setiap tulisan kita.
Keenam, inspirasi.

Kadang kita sulit menemukan inspirasi dalam menulis. Bahkan kita tidak konsisten menulis saat kita seolah kehilangan inpirasi. Inpirasi ternyata perlu diusahakan. Inspirasi lahir dari keseringan membaca dan menulis. Dengan tekun membaca dan konsisten menulis, inpirasi pasti akan seperti mata air yang selalu mengalir. Yang terpenting juga, tidak menunggu terinspirasi dulu baru menulis, tetapi menulislah maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

Ketujuh, menulis membuatmu dikenang. Setelah melewati tahap-tahap yang penting dalam menulis, kita perlu mengetahui, mengapa kita harus menulis. Menulis membuatmu dikenang. Kamu mungkin mengenal penulis hebat seperti Khalil Gibran, Thomas Aquinas, Agustinus, Yohahes Paulus II, Paulo Coelho, dan banyak penulis lain.

Walau mereka telah tiada, orang selalu mengenang mereka lewat tulisan-tulisan mereka. Mereka selalu hidup walau raganya telah tiada, dicintai walau mereka telah lama pergi. Tulisan mereka telah mengubah sejarah, menginspirasi jutaan orang di dunia.

Karena itu mulailah menulis. Mulailah dengan menulis hal-hal sederhana yang kamu ketahui dan yang ada di sekitarmu. Apa pun profesi kamu saat ini, jangan berhenti untuk menulis. Karena dengan tulisan kita di kenanng sebab tulisan itu sifatnya kekal.

Oleh: Benediktus Jonas
Mahasiswa Jurusan Filsafat STFT Widya Sasana, Malang

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,9,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,45,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,157,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,259,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,88,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,352,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,26,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Tips-Tips Menulis Bagi Pemula
Tips-Tips Menulis Bagi Pemula
https://3.bp.blogspot.com/-pG0ZBZolcPY/W6urNAHsRuI/AAAAAAAAB44/0oyX59gartkuoFlQXMlo2P7eYvooR4NUwCLcBGAs/s320/IMG_8787%2B-%2BCopy.JPG
https://3.bp.blogspot.com/-pG0ZBZolcPY/W6urNAHsRuI/AAAAAAAAB44/0oyX59gartkuoFlQXMlo2P7eYvooR4NUwCLcBGAs/s72-c/IMG_8787%2B-%2BCopy.JPG
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/09/tips-tips-menulis-bagi-pemula.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/09/tips-tips-menulis-bagi-pemula.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close