Tidak Cukup Biaya Persalinan, Bayi Pasien Miskin Ditahan Pihak RSUD Ruteng

Pasien melahirkan yang ditahan pihak Rumah Sakit karena tidak mempunyai uang Rp 1.500.000 untuk biaya persalinan. (Foto: Istimewa)

Ruteng, marjinnews.com - Pelayanan kepada pasien miskin yang diberikan secara berbeda masih sering terjadi.

Bagi masyarakat miskin, ketidakpuasan terhadap pelayanan kesehatan yang buruk di rumah sakit, seringkali diterima dengan pasrah. Kerap kali warga miskin sering menjadi korban dari sistem kesehatan yang tidak adil dan diskriminatif.

Seperti  kisah yang dialami oleh pasien melahirkan di Rumah sakit dr. Ben Mboy Ruteng pada Minggu (16/9) kemarin.

Hanya karena tidak mempunyai uang Rp 1.500.000 untuk menebus biaya persalinan pihak rumah sakit dr. Ben Mboy tega menahan bayi mereka yang baru dilahirkan.

Berikut penuturan AJ, saudara dari pasien yang melahirkan itu, kepada MarjinNews ia mencurahkan semua isi hatinya terkait kronologis yang dialami oleh saudarinya itu.

"Kemarin ada Weta (saudara perempuan-red) yang masuk RSUD dr. Ben Mboy melahirkan, gara gara mereka tidak ada uang 1,5 juta, mereka ditahan oleh petugas medis untuk pulang. Padahal saya suda nawar 500 ribu untuk jaminan, dan bila perlu STNK motor saya dikasih. Pihak Rumah Sakit juga tetap tidak mau," ujarnya.

Menurut keterangan AJ, suami dari adiknya itu sudah mengurus  surat keterangan tidak mampu dari desa. Namun dihilangkan oleh pihak Rumah Sakit yaitu oleh bagian perawatan dan persalinan.

"Suaminya adik saya ini sebenarnya sudah urus surat keterangan tidak mampu dari desa. Namun kelirunya menurut suami adik saya ini bahwa surat keterangan itu sudah diberikan ke ruangan persalinan. Namun sampai di ruangan perawatan mereka minta lagi surat itu,  dan suami adik saya nanya ke ruangan persalinan lagi,  mereka bilang sudah dikasi semua berkasnya itu di ruangan perawatan, sehingga berujung pada penahanan terhadap ibu dan bayinya," terangnya.

Lanjut AJ, karena tidak memiliki surat keterangan tersebut akhirnya pihak Rumah Sakit meminta mereka uang senilai Rp 1.500.000 dengan alasan tidak mempunyai surat keterangan tidak mampu dari desa.

"Diminta uang 1.5 juta sebagai tebusan biaya persalinan. Suami dari adik saya ini tidak cukup punya uang. Terpaksa tadi suaminya pulang lagi ke kampung untuk mengurus kembali surat keterangan itu," ujar AJ.

Tidak hanya itu, AJ yang juga bekerja sebagai wartawan dari salah satu media cetak dan online lokal di NTT itu juga meminta  pihak RS dr Ben Mboy Ruteng untuk membenahi lagi dalam pelayanan kepada publik.

"Saya minta pihak RS untuk benahi tata cara pelayan kepada publik. Serta ramah dan senyum itu penting, dan harus menggunakan bahasa yg lugas. Jangan jutek apalagi penekanan kata kata yang kesannya sombong," ujarnya.

Informasi yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit juga sepotong-sepotong, sehingga membuat masyarakat harus 3 kali mengurus surat ket ke desa.

"Pemberian informasi ke kami juga tidak lengkap. Membuat suami adik saya bolak balik ke kampung untuk urus surat di kantor Desa," tutup AJ. (*)


Editor: Remigius Nahal

COMMENTS

KOMENTAR: 16
Loading...
Name

Artikel,140,Bali,111,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,146,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,175,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,539,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,62,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,200,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1032,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,45,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,6,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Tidak Cukup Biaya Persalinan, Bayi Pasien Miskin Ditahan Pihak RSUD Ruteng
Tidak Cukup Biaya Persalinan, Bayi Pasien Miskin Ditahan Pihak RSUD Ruteng
https://3.bp.blogspot.com/-7qzBhZAyhVQ/W56QnIR0oxI/AAAAAAAACj0/GK0XcHUhhuI11bZ3w_3QShFDfuBhDxY_QCLcBGAs/s320/20180917_011859.png
https://3.bp.blogspot.com/-7qzBhZAyhVQ/W56QnIR0oxI/AAAAAAAACj0/GK0XcHUhhuI11bZ3w_3QShFDfuBhDxY_QCLcBGAs/s72-c/20180917_011859.png
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/09/tidak-cukup-biaya-persalinan-bayi.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/09/tidak-cukup-biaya-persalinan-bayi.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy