Tegas, Selain Moratorium, Gubernur NTT: Patahkan Kaki Para Pengirim TKI Ilegal
Cari Berita

Tegas, Selain Moratorium, Gubernur NTT: Patahkan Kaki Para Pengirim TKI Ilegal

MARJIN NEWS
10 September 2018

Viktor Bungtilu Laiskodat . (Foto: Istimewa)
Kupang, Marjinnews.com –- Marakany kasus pengiriman TKI Ilegal di NTT membuat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta aparat kepolisian untuk menangkap dan mematahkan kaki para pengirim TKI ilegal.

Penegasan itu disampaikan Viktor Bungtilu Laiskodat dalam pidato perdana Gubernur dihadapan Sidang Paripurna Istimewah DPRD NTT, Senin (10/9/2018) pagi.

“Saya minta Aparat kepolisian tangkap dan langsung patahkan kaki mereka yang mengirim TKI, setelah itu serahkan ke saya , biar saya obati,” tegas Laiskodat, seperti dilansir Delegasi.com.

Penegasan Laiskodat seiring dengan misi utamanya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur dalam masa kepemimpinan lima tahun kedepan adalah melakukan moratorium (penghentian) pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) keluar negeri.

Selain moratorium atau penghentian pengiriman tenaga kerja Indonesia dari Nusa Tenggara Timur ke Luar Negeri, visi lain yang tidak kala pentingnya adalah penghentian perusahaan tambang .

Dalam wawancaranya dengan para wartawan di Jakarta usai pelantikan sebagai Gubernur beberapa waktu lalu, Laiskodat mengaku akan berangkat ke Malaysia dan menemui seluruh tenaga kerja Indonesia asal Nusa Tenggara Timur untuk kembali membangun daerahnya sendiri.

“Yang pertama, kitakan sudah sampaikan bahwa moratorium untuk seluruh pengiriman tenaga kerja itu kita stop dulu. Karena kita mau memastikan mimpi besar kita untuk kebangkitan NTT itukan harus punya tenaga kerja yang trampil. Karena itu, mereka bukannya keluar tetapi masuk,” tutur Laiskodat kepada wartawan di Kupang, Kamis (6/9/2018).

“Saya akan pergi ke Malaysia untuk mengajak saudara-saudara kita yang saat ini ada di Malaysia yang bekerja sebagai buruh, untuk kembali membangun NTT. Mereka disana sebagai buruh, mereka kembali untuk menjadi owner ditanah mereka. Itu mimpi kita,” ujarnya dihadapan para awak media di Kota Kupang. (*)