Tanggapan DPRD Manggarai Terkait Laporan Proyek Fiktif oleh Marsel Ahang ke KPK
Cari Berita

Tanggapan DPRD Manggarai Terkait Laporan Proyek Fiktif oleh Marsel Ahang ke KPK

MARJIN NEWS
30 September 2018

Paulus Peos, Wakil Ketua DPRD Manggarai. Foto: Poskupang
Ruteng, Marjinnews.com -- Laporan anggota DPRD Manggarai asal Dapil Ruteng-Lelak, Marsel Ahang membuat pihak eksekutif dan legislatif di Kabupaten Manggarai bergegas untuk memberikan klarifikasi.

Sebab, pada Kamis (27/9) lalu, Ahang mendatangi langsung lembaga antirasuah di Jakarta guna melapor Bupati Manggarai Deno Kamelus.

Inti laporan Ahang ialah, bahwa di Manggarai telah terjadi pengadaan proyek fiktif yang menelan kerugian terhadap uang rakyat senilai miliaran rupiah lebih.

Atas laporan Marsel Ahang itu, DPRD Manggarai langsung menggelar Konferensi Pers untuk memberi klarifikasi atas laporan Ahang.

Dalam Konpres yang dilaksanakan di ruang Komis C DPRD Manggarai pada Sabtu (29/9) hadir pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Manggarai.

Pimpinan DPRD Kabupaten Manggarai yakni Wakil Ketua I Paulus Peos dan Wakil Ketua II Simprosa R. Gandut menegaskan bahwa tidak ada proyek fiktif sebagaimana disampaikan anggota dewan Marsel Ahang.

"Terkait tudingan fiktif itu, kami tegaskan tidak ada. Mungkin bisa tanya langsung ke Pa Marsel Ahang apa yang dia anggap fiktif itu," ungkap Paulus Peos.

Hal senada disampaikan oleh Simprosa Gandut. Menurut politisi Partai Golkar ini, seluruh APBD dihasilkan atas pembahasan bersama antara eksekutif dan legislatif. "Marsel Ahang sendiri ada di dalam legislatif. Kalau bisa ditanya balik ke Pa Marsel Ahang, tolong dia sajikan data-data yang fiktif yang mana?” Papar Simprosa.

Menanggapi tudingan bahwa pembahasan di dewan tidak berpihak pada kepentingan masyarakat, Paulus Peos menyatakan bahwa seluruh pembahasan APBD mengarah pada pencapaian RPJMD atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Manggarai.

“Seluruh pembahasan, baik program kegiatan dan juga satuan biayanya mengikuti aturan Undang-undang yang ada,” ujar politisi PDIP tersebut. (*)

Editor: Remigius Nahal