Sengketa Lahan Pura Pelaba, Togar Situmong: Bos Maspion Dilaporkan dengan Pasal Berlapis
Cari Berita

Sengketa Lahan Pura Pelaba, Togar Situmong: Bos Maspion Dilaporkan dengan Pasal Berlapis

MARJIN NEWS
22 September 2018

Foto: Istimewa
Denpasar, Marjinnews.com -- Kasus sengketa kepemilikan tanah antara Wayan Wakil selaku pemilik tanah pelaba Pura di Jimbaran dengan pemilik perusahaan ternama yaitu Alim Markus kini sudah berada di tangan Mabes Polri di Jakarta.

Didampingi Togar Situmorang, S.H., M.H., MAP selaku kuasa hukumnya, Wayan Wakil melaporkan Alim Markus ke Bareskrim Mabes Polri dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/1165/IX/2018/BARESKRIM tanggal 20 September 2018. Laporan itu telah mendapatkan Surat Tanda Terima Laporan Nomor : STTL/949/IX/2018/BARESKRIM di Bareskrim Mabes Polri.

Alim Markus yang diketahui sebagai bos Maspion itu dilaporkan dengan pasal berlapis oleh Wayan Wakil.

Kuasa hukum Wayan Wakil yaitu Togar Situmorang yang dikenal dengan julukan ‘panglima hukum’ menjelaskan, AM dilaporkan dengan pasal berlapis yakni dugaan tindak pidana penggelapan, penipuan/perbuatan curang, pemalsuan surat, sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 372 KUHP, 378 KUHP, 263 KUHP JO 264 KUHP.

Selain melakukan pelaporan, Togar Situmorang yang juga calon anggota DPRD Bali dapil Denpasar dari Partai Golkar nomor urut 7 itu telah mengirimkan surat perlindungan hukum yang salah satunya ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Tujuannya, kata dia, agar kasus ini mendapat perhatian orang nomor satu di Republik ini.

Ia menjelaskan, kasus ini bermula ketika AM (terlapor) diduga mengubah Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor : 5048 di Jimbaran seluas 38.650 meter persegi atas nama Pura Jurit Luhur Uluwatu yang merupakan milik Wayan Wakil (pelapor) tanpa seizin pelapor.

Oleh AM, Togar melanjutkan, sertifikat itu di balik nama dan diubah pemanfaatannya menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama sebuat PT (Perseroan Terbatas). “Oleh terlapor SHGB itu digadaikan dan jadi jaminan kredit kepada Bank Panin,” kata Togar Situmorang. Hingga berita ini diturunkan, AM belum berhasil dikonfirmasi. (*)

Editor: Remigius Nahal