Rensi Ambang: Setelah Dipukul, Eki Diberi Uang
Cari Berita

Rensi Ambang: Setelah Dipukul, Eki Diberi Uang

MARJIN NEWS
4 September 2018

Foto: Ist
Ruteng, Marjinnews.com -- Kasus dugaan persekusi yang dilakukan oleh musisi Rensi Ambang terhadap Pria asal Mabar bernama Eki, ternyata setelah dilakukan aksi pemukulan oleh RA Eki diberi uang.

Uang itu menurut RA sebagai tanda imbalan atas bawaan Eki yaitu 1 botol Bir dengan sebungkus rokok.

"Intinya permintaan maaf Eki diterima sekeluarga," ujarnya.

Lanjut RA, keluarga bahkan menasehati Eki, bahwa aksi pemukulan yang dilakukan oleh RA adalah tanda kasih sayang.

Sebelumnya, dihadapan keluarga Rensi Ambang Eki mengaku menyesal telah melakukan hal tak terpuji itu.

"Ungkapanku ini, karena saya telah melakukan kesalahan. Makanya saya datang mengahadapi Bapak-Ibu untuk mengakui kesalahan saya," ungkap Eki (27) disertai dengan tuak dan rokok sebagai bukti pengakuannya dihadapan Keluarga Rensi Ambang.

Eki meminta maaf atas perlakuannya itu dan meminta kepada keluarga Rensi Ambang agar memaafkan kesalahannya.

"Saya tahu bahwa saya salah, saya harap saya dimaafkan. Dan berjanji tidak berbuat ulang lagi," ujarnya.

Ia mengaku menyesal, karena telah mencemar nama baik dari Rensi Ambang.

Keluarga besar dari Rensi Ambang kemudian menerima permintaan maafnya itu.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Rensi Ambang kepada MarjinNews, awal mula kasus itu terjadi ketika Eki mengajak selingkuh istrinya RA melalui pesan massenger FB.

Berikut isi pesan massenger mereka.

"Yang ganteng siapa nana, Rensi Ambang Ko ite"? Tanya Istri RA dalam tulisannya di Massenger.

Jawab Eki, "gak tau."

Istri RA kembali lagi bertanya, "gak takut ganggu istri orang nana"?

Jawab Eki, " Bukan ganggu, tapi hanya bercanda kok."

Lanjut Eki, " Tapi kalau benar juga gak apa2, heheheh" tulisnya.

Lanjut lagi di pesan berikutnya, istri RA menjawab," yo, saya kasih tahu suami saya?"

Jawab Eki, " kasi tahu apa, kan cuman bercanda."

Eki kemudian mengajak istri RA untuk TTM.

Istri RA menanyakan balik apa itu TTM.

Jawab Eki, " Selingkuh."

Demikianlah sepintas isi percakapan asal muasal dari pristiwa antara RA dengan pemuda asal Nampar Macing itu bermula.

"Suami siapa yang tahan, kalau istrinya diajak seperti itu oleh orang lain yang juga merupakan suami orang, ungkap RA.

Rensi Ambang mengungkapkan bahwa awalnya dirinya berniat untuk memanggil korban untuk dimintai penjelasannya terkait niatnya yang mengganggu seorang wanita yang sudah bersuami.

“Dia saya panggil dengan maksud untuk dimintai pertanggungjawaban, karena menurut saya dia (Eki-red) sudah salah menggunakan Facebook,” tandas Rensi.

Menurut Rensi, dirinya berniat untuk membawa persoalan tersebut ke meja hukum. Namun yang bersangkutan meminta agar persoalan tersebut tidak dibawa ke ranah hukum.

"Biar saya dihajar kaka, yang penting saya jangan dibawa ke ranah hukum," ujar Rensi meniru ucapan Eki.

Rensi juga menerangkan bahwa, karena yang bersangkutan meminta agar persoalan tersebut tidak dibawa ke ranah hukum, maka pihak keluarga Rensi berinisiatif untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum adat.

"Yang bersangkutan juga menolak untuk dibawa ke ranah hukum adat dengan alasan tidak memiliki apa-apa jika persoalan ini diteruskan sesuai kebiasaan orang Manggarai. Karena kedua solusi atas kesalahannya tidak dia sanggupi, maka kami memberikan pembinaan dengan tujuan memberikan efek jera,” terang Rensi Ambang.

Menurut Rensi, pihaknya tidak berniat untuk menyebarkan video tersebut di Media sosial, cuma bertujuan untuk menjelaskan pada pihak keluarga bahwa yang bersangkutan sudah ditemukan.

"Sengaja di videokan, agar pihak keluarga tidak terus mencari yang bersangkuta. Dan juga yang bersangkutan bisa ditemukan berkat Facebook juga," papar Rensi Ambang.

RA juga meminta maaf kepada para penggemar, dan semua pengguna media sosial apabila video tersebut telah menimbulkan tanggapan yang berbeda di kalangan pengguna media sosial.

"Saya mengaku itu salah. Saya minta kepada seluruh keluarga besar. Dan saya minta untuk tidak usah lagi membagikan kembali video yang telah beredar tersebut, ” ujar Rensi. (*)

Editor: Remigius Nahal