Polres Manggarai Gagal Tegakkan Keadilan Bagi Pencari Keadilan di Manggarai
Cari Berita

Polres Manggarai Gagal Tegakkan Keadilan Bagi Pencari Keadilan di Manggarai

MARJIN NEWS
25 September 2018

Pengacara dari Eki, Yance Janggat (Foto: Istimewa)
Ruteng, Marjinnews.com -- Kasus dugaan kekerasaan yang dialami oleh Melkisedek Merseden Sehamu asal Nampar Macing, Manggarai Barat yang dilakukan oleh Rensi Ambang belum menemukan titik terang yang jelas.

Pada hal, kasus ini sudah mau hampir satu bulan di tangan Polres Manggarai.

Polisi dinilai gagal menegakan keadilan. Hal ini dikatakan oleh pengacara Eki yakni Yance Janggat kepada MarjinNews, malam hari tadi Selasa (25/9).

Yance Janggat menegaskan, kasus yang menimpa kliennya itu sebenarnya bukan delik aduan, tetapi Pidana umum.

"Seharusnya Polres Manggarai pada saat itu (26/9-red) harus langsung menahan RA. Dimana begitu terjadi peristiwa Pidana cq video yang diviralkan RA, semestinya Polisi harus menangkap RA cs dan langsung mentersangkakan yang bersangkutan, karena kasus Eky bukan delik aduan," ujarnya.

Ia memaparkan, dalam kasus video supaya laos itu, Polres Manggarai patut dipertanyakan. Sebab, sudah tergambar jelas anaknya RA yakni Ronal Ambang dan Istrinya ikut terlibat dalam pengeroyokan terhadap Eki.

"Rensi Ambang tidak sendiri, anaknya RA harus masuk juga, buktinya ada kata supaya laos, dan istrinya juga yang dibuktikan dengan ucapan ini manusia ho'o ga," jelas Yance.

Pengacara senior ini juga menjelaskan bahwa ada tiga fakta hukum yang ada dalam kasus Video supaya laos dari Rensi Ambang.

"Ada fakta hukum yang ada dalam kasus RA antara lain Pasal 351 ayat 2, UU pelanggaran ITE," terang Yance.

Yance minilai kasus ini, Polisi tidak tegas dan terkesan mengulur-ulur waktu.

"Hingga kini kasus tersebut kabur. Ada apa dengan Polisi?" Tanya Janggat.

Ia menegaskan, dalam waktu dekat akan mengirim surat ke Kapolri, jika kasus ini mandek.

"Maka kami dari pengacaranya Eky akan menyurati Bapak Kapolri tentang leletnya penanganan kasus Persekusi ini," tutup Yance Janggat. (*)

Editor: Remigius Nahal