Pihak Kepolisian di Kalimantan Menduga, 1 Keluarga Asal Manggarai Dibakar untuk Hilangkan Jejak
Cari Berita

Pihak Kepolisian di Kalimantan Menduga, 1 Keluarga Asal Manggarai Dibakar untuk Hilangkan Jejak

MARJIN NEWS
13 September 2018

Foto: Istimewa
Marjinnews.com -- Kisah tragis yang dialami oleh perantau asal Manggarai yang meninggal di Kalimantan menimbulkan spekulasi.

Dalam pemberitaan MarjinNews sebelumnya, satu keluarga ini sebelum meninggal terlebih dahulu dibacok oleh sekelompok orang di mes tempat tinggal mereka.

Akhirnya, Polisi makin yakin bahwa satu keluarga asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tewas di Kalimantan Tengah dibunuh, sebelum kemudian dibakar.

“Ketiganya diduga dibunuh lalu dibakar untuk menghilangkan jejak kejahatan (pelaku),” kata Kasat Reskrim Polres Barito Utara, AKP Samsul Bahri kepada para wartawan di Muara Teweh, Kamis, 13 September 2018.

Pihak kepolisian Barito masih terus melakukan penyelidikan.

“Motif pembunuhan masih terus diselidiki aparat Polres Barito yang di-back-up petugas identifikasi dan forensik Polda Kalteng,” ujar Samsul.

Ia menjelaskan, hasil autopsi sementara pihak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh, diduga ada bekas-bekas bacokan atau tusukan.

Sebelumnya, jagad maya diramaikan oleh screenshoot keterangan bahwa ketiga korban itu sebelum terbakar di rumah tempat tinggal mereka di Kalimantan satu keluarga ini terlebih dahulu mengalami kekerasan fisik dari beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka pada Selasa (11/9) malam.

Akun Facebook yang bernama Adi Janggur dalam komentarnya di salah satu postingan menulis," Keluarga ini berasal dari Pane. Awal Mula kejadian mereka (Korban-red) pergi menagih utang ke orang. Saat pulang ke mes listrik padam. Ketika malam tiba ada orang datang mengepung mereka. Orang-orang itu membunuh bayi yang berumur 5 bulan kepalanya sampai putus. Telinga sang istri dipotong. Sampai sekarang polisi masih memburu pelaku pembunuhan tersebut.

Sementara screenshoot Group WhatsApp juga mengatakan hal serupa. Screenshoot group WA yang bernama keluarga Flobamora itu menulis bahwa ketiga jenasah korban terdapat luka bacok. Kejadian masih ditangan Polisi dan sementara menunggu hasil pemeriksaan oleh Pihak kepolisian Barito Timur.

Kami terus mencoba menelusuri kebenaran terkait screenshoot yang beredar yang beredar tersebut termasuk akun FB Adi Janggur. Sampai berita ini diturunkan keterangan pemilik akun ini belum berhasil didapat.

Pasangan suami-istri bernama Dominikus Jehatu alias Domi (34) dan Meliana Minur alias Imel (24), serta putra mereka Apriliano yang masih berusia  4 bulan tewas mengenaskan setelah rumah tempat tinggal mereka terbakar pada Selasa malam, 11 September 2018.

Dari penelusuran kami, keluarga ini berasal dari Kecamatan Rahong Utara, Manggarai. Tepatnya di Pane kampung Namut.

Selama ini mereka menetap di Kalimantan dan bekerja di perkebunan sawit dan tinggal rumah barak nomor 6 di Camp Hajak C, Blok A Nomor 6, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, yang merupakan komplek tempat tinggal karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Antang Ganda Utama (AGU).

Kepala Polsek Teweh Tengah, AKP Nandi Indra Nugraha, menjelaskan, peristiwa naas ini awalnya diketahui oleh seorang saksi bernama Thomas, yang mendengar suara berisik dari plafon rumah tempat tinggal keluarga tersebut, lalu melihat asap keluar dari kamar.

“Kemudian (Thomas) dibantu saksi lain Juliyanto serta saksi-saksi lain berusaha memadamkan api dengan cara menyiram air dengan menggunakan ember,” katanya, Rabu pagi, seperti dilansir Antara.

“Setelah api padam, salah satu karyawan yang melihat korban langsung berteriak karena ada korban yang meninggal terbakar di kamar,” lanjut Nandi.

Melihat kejadian ini, jelas dia, para karyawan yang berada di barak tersebut menjadi ketakutan dan langsung berlari keluar rumah dan melaporkan masalah ini kepada manajer perusahaan dan anggota Satpam PT AGU.

Editor: Remigius Nahal