Perubahan SMA Bintang Timur Ruteng Dalam Kepemimpinan Gaspar Harum

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Perubahan SMA Bintang Timur Ruteng Dalam Kepemimpinan Gaspar Harum

MARJIN NEWS
2 September 2018

Foto: Ist
Ruteng, Marjinnews.com -- SMA Bintang Timur adalah salah satu Sekolah Menengah Atas yang ada di Kabupaten Manggarai, NTT. Sekolah tersebut didirikan pada Tahun 1988.

Pada awal pendiriannya hingga akhir tahun 2013, sepak terjang (dalam hal ini prestasi yang diraih dan pembangunan gedung) belum mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan sudah menjadi rahasia umum bahwa dahulu sekolah ini dicap dengan stigma yang buruk.

Sekolah ini dahulunya tidak termasuk dalam kategori sekolah yang memiliki prestasi. Tapi semenjak dipimpin oleh Gaspar Harum yang menjabat sebagai Kepala Sekolah, semuanya berubah, baik di bidang akademik maupun di bidang ekstrakurikuler dan pembangunan.

Terhitung sejak tahun 2014 hingga sekarang SMA Bintang Timur mulai menjadi lembaga pendidikan yang disoroti publik. Hal ini terjadi karena sekolah tersebut telah menorehkan prestasi di bidang akademik di tingkat Kabupaten hingga ke tingkat Provinsi.

Adapun prestasi yang telah ditorehkan adalah; pernah menduduki pringkat 5 besar di tingkat Provinsi dalam Ujian Nasional tahun 2015/2016 dan meraih peringkat 1 di Olimpiade Sains tingkat Kabupaten untuk mata pelajaran Biologi.

Prestasi tersebut tentu saja merupakan sebuah progres yang luar biasa hebat, mengingat dahulunya sekolah ini hampir tidak dianggap ada oleh sebagian masyarakat Manggarai Raya.

Selain itu untuk kegiatan ekstra, di SMA Bintang Timur telah secara rutin mengadakan kegiatan Pramuka, Drumband, Seni Tari, Bola Kaki, dan Bulu Tangkis.

Dari segi pembangunan SMA Bintang Timur telah menambah 3 buah gedung baru, dengan masing-masing gedung terdiri dari dua ruangan.

Pembangunan gedung tersebut dilakukan dalam kurun waktu  3 tahun terakhir ini yaitu sejak awal  tahun 2016 hingga pertengahan tahun 2018.

Kepala sekolah SMA Bintang Timur, Gaspar Harum, kepada Marjinnews mengatakan bahwa 3 buah gedung baru yang dibangun itu masing-masing dibiayai oleh uang swadaya orang tua murid, Dana Alokasi Khusus (DAK), dan dana APBN. Untuk dana yang bersumber dari APBN itu murni berkat proposal yang Beliau perjuangan di Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.

“Kami telah menambah 3 buah gedung baru. Dan masing-masing gedung terdiri dari 2 ruangan. Pembangunan gedung-gedung tersebut bersumber dari uang swadaya orang tua murid, Dana Alokasi Khusus, dan dana APBN," ujarnya.

Selanjutnya Kepsek Bintang Timur Ruteng berharap agar prestasi dan pembangunan di SMA Bintang Timur tetap dipertahankan dan dikembangkan.

Ia juga berharap agar Pemerintah dan Pemiliki Lembaga lebih memperhatikan kesejahteraan  para guru.

“Saya berharap SMA Bintang Timur bisa menjadi Lembaga yang tidak kalah saing dengan sekolah yang lainnya. Untuk itu kesejahteraan para guru harus diperhatikan oleh Pemerintah maupun Pemilik Lembaga. Karena ibarat sepeda motor, bagaimana bisa jalan kalau tidak ada bensin di dalamnya. Dan juga semoga perpustakaan yang menjadi jantung sekolah bisa diperhatikan oleh pemerintah.” Tutup Gaspar Harum.

Penulis: Eman Jabur
Editor: Remi Nahal