Pengacara Keluarga Baby "J" Mengaku Bahagia, Setelah Merry dan Mr Otty Menikah
Cari Berita

Pengacara Keluarga Baby "J" Mengaku Bahagia, Setelah Merry dan Mr Otty Menikah

MARJIN NEWS
11 September 2018

Yulius Benyamin Seran dan Siti Sapurah yang merupakan kuasa hukum dari keluarga baby "J " ini ikut berbahagia, karena Merry dan Mr Otty telah melangsungkan pernikahan. (Foto: Istimewa)

Denpasar, Marjinnews.com -- Kisah keluarga kecil Baby "J" yang dirundung masalah selama setahun ini akhirnya berakhir bahagia.

Merry dan Mr Otty yang merupakan orang tua dari Baby "J" telah menikah secara resmi di kampung halaman Merry di Lombu, Sumba Barat Daya, NTT pada 15 Agustus lalu.

Yulius Benyamin Seran dan Siti Sapurah yang merupakan kuasa hukum dari keluarga baby "J " ini ikut berbahagia, karena Merry dan Mr Otty telah melangsungkan pernikahan.

"Kami bangga bisa menangani mereka dengan baik, meski sempat beberapa kali terjadi kegaduhan. Tapi itu justru membuat kami termotivasi untuk mendampingi mereka sampai kasusnya tuntas. Karena kami melakukan semuanya dengan hati, dengan ketulusan. Sekarang mereka bahagia, saya juga ikut bahagia," kata Benyamin Seran.

Hal serupa juga disampaikan oleh Siti Sapurah. Mantan pengacara Engeline ini banyak berharap agar keluarganya baby "J" selalu bahagia.

"Saya mendoakan, semoga mereka menjadi keluarga yang bahagia. Dan semoga Baby J, bisa tumbuh sesuai dengan harapan orang tuanya," imbuh Siti Sapuriah, yang akrab disapa Ipung.

Kedua Pengacara ini bahkan merasa bangga telah menjadi kuasa hukum keluarga Baby J, meski sempat diwarnai dengan beberapa "drama".

Untuk diketahui, persetruan antara Merry dan Mr Otty ini bermula ketika sebuah video kekerasan yang diduga dilakukan ibu kandungnya yaitu Merry terhadap Baby J, viral di media sosial.

"Drama" Baby J ini sempat menjadi perhatian masyarakat Tanah Air, karena dibumbui perseteruan orangtua Baby J, Merry (Sumba, Indonesia) dan Mr Otty (Austria). Belum lagi ada isu yang sempat berkembang, bahwa Mr Otty merebut hak asuh atas Baby J dan berniat memboyong bayi mereka ke Austria. (*)