Pelayanan RSUD Ruteng Disoroti Keluarga Pasien: Ramah dan Senyum itu Penting

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Pelayanan RSUD Ruteng Disoroti Keluarga Pasien: Ramah dan Senyum itu Penting

MARJIN NEWS
20 September 2018

Foto: Ilustrasi
Ruteng, Marjinnews.com -- Rumah Sakit Umum Daerah dr Ben Mboy Ruteng hari ini menjadi sorotan publik.

Hal itu terjadi setelah salah satu keluarga pasien melahirkan berinisial AJ mencurahkan pengalamannya selama berada di Rumah Sakit ini.

Pelayanan terhadap pasien oleh perawat di Rumah Sakit dr Ben Mboy Ruteng menurut AJ ini sangatlah buruk dan meminta  pihak RS dr Ben Mboy Ruteng untuk membenahi lagi dalam pelayanan kepada publik.

"Saya minta pihak RS untuk benahi tata cara pelayan kepada publik. Serta ramah dan senyum itu penting, dan harus menggunakan bahasa yg lugas. Jangan jutek apalagi penekanan kata kata yang kesannya sombong," ujarnya.

Informasi yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit juga sepotong-sepotong, sehingga membuat masyarakat harus 3 kali mengurus surat ket ke desa.

"Pemberian informasi ke kami juga tidak lengkap. Membuat suami adik saya bolak balik ke kampung untuk urus surat di kantor Desa," ujar AJ.

Sebelumnya AJ juga mengisahkan bagai saudarinya dipersulit saat ingin keluar dari RSUD Ruteng pada Minggu (16/9) kemarin.

Menurut AJ, hanya karena tidak mempunyai uang Rp 1.500.000 untuk menebus biaya persalinan pihak rumah sakit dr. Ben Mboy tega menahan bayi mereka yang baru dilahirkan.

Berikut penuturan AJ, saudara dari pasien yang melahirkan itu, kepada MarjinNews ia mencurahkan semua isi hatinya terkait kronologis yang dialami oleh saudarinya itu.

"Kemarin ada Weta (saudara perempuan-red) yang masuk RSUD dr. Ben Mboy melahirkan, gara gara mereka tidak ada uang 1,5 juta, mereka ditahan oleh petugas medis untuk pulang. Padahal saya suda nawar 500 ribu untuk jaminan, dan bila perlu STNK motor saya dikasih. Pihak Rumah Sakit juga tetap tidak mau," ujarnya.

Menurut keterangan AJ, suami dari adiknya itu sudah mengurus  surat keterangan tidak mampu dari desa. Namun dihilangkan oleh pihak Rumah Sakit yaitu oleh bagian perawatan dan persalinan.

"Suaminya adik saya ini sebenarnya sudah urus surat keterangan tidak mampu dari desa. Namun kelirunya menurut suami adik saya ini bahwa surat keterangan itu sudah diberikan ke ruangan persalinan. Namun sampai di ruangan perawatan mereka minta lagi surat itu,  dan suami adik saya nanya ke ruangan persalinan lagi,  mereka bilang sudah dikasi semua berkasnya itu di ruangan perawatan, sehingga berujung pada penahanan terhadap ibu dan bayinya," terangnya.

Lanjut AJ, karena tidak memiliki surat keterangan tersebut akhirnya pihak Rumah Sakit meminta mereka uang senilai Rp 1.500.000 dengan alasan tidak mempunyai surat keterangan tidak mampu dari desa.

"Diminta uang 1.5 juta sebagai tebusan biaya persalinan. Suami dari adik saya ini tidak cukup punya uang. Terpaksa tadi suaminya pulang lagi ke kampung untuk mengurus kembali surat keterangan itu," ujar AJ.

Atas Peristiwa ini, Sontak Warga Net berkomentar. Pengguna media sosial lebih khusus Facebook marah dan memberikan beragam tanggapan.

Misalkan akun FB atas nama Andre, akun ini menulis, " kok bisa pasang merengut perawat mereka digaji. Mungkin menurut perawatnya bagi hasil dia degan rumah sakitnya. Bodok bangat kalau kamu cuma karyawan. Apa maksudmu," tulisnya.

Sementara akun FB atas nama Kraeng Mat JR menulis," perawatnya harus ikut kursus senyum, supaya tau sedikit senyum dengan pasien."

Akun ini menambahkan, " kenapa itu perawat tidak bisa senyum yach, ihhh, mahal sekali senyum itu. Dipikir muka cantik ja. Artis sa senyum. Sombong," tulis akun ini.

Sedangkan akun FB atas nama Alis Padu menulis," itulah nasib kita orang miskin."

Komentar, akun FB atas nama Kholeta Elen Amor menulis," itulah nasib kita di Indonesia. Kaya berleluasa. Kita yang miskin ditindas," tulisnya.

Akun FB bernama Rinus Boban Boba, menulis "memang ndak ada hati dan perasaan sama sekali." Akun FB atas nama Rion Anando berkomentar," petugas muka uang." Dan akun FB atas nama Samsung Nagawa berkomentar," Petugas berhati batu."

Akun Dita Jala menulis," Ngeri sekali RSUD Ruteng pernah dialami oleh saudara sepupu kandung saya mengerikan. Sudah kapok di RS Ruteng. Pilih Bajawa. Saya larang keluarga saya jangan masuk RSUD Ruteng. Pelayanan tidak bagus, lebih baik Bajawa aman. Saudara sepupu saya meninggal di RSUD Ruteng sadis betul," tulisnya.

Akun atas nama  Farry Nago menulis," Benar sekali. Cara pelayanan yang tidak mengedepankan Budaya sebagai orang Manggarai. Pelayanan yang tidak mengedepankan kode etik perawat dan bidan. Memandang pasien sebagai musuh. Cara pelayanan yang seakan menyiksa masyarakat," ulasnya. (*)

Editor: Remigius Nahal