Partai Oposisi di Manggarai Jangan Diam Membisu
Cari Berita

Partai Oposisi di Manggarai Jangan Diam Membisu

MARJIN NEWS
20 September 2018

Marsel Ahang, Politisi PKS (Foto: Istimewa)

Ruteng, Marjinnews.com -- Anggota DPRD Kabupaten Manggarai yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtra, Marsel Ahang menyoroti Posisi Partai Opisisi di Manggarai.

Ahang yang merupakan kader PKS dan menjadi salah satu partai pengusung pasangan Deno-Madur di Pilkada Manggarai 2015 lalu itu mengatakan agar Partai-Partai yang bergabung di dalam Koalisi Gotong Royong jangan melempem.

Hal itu disampaikan Ahang, setelah melayangkan mosi tidak percaya kepada Deno-Madur pemimpin Manggarai sekarang karena merasa kinerja keduanya buruk selama 3 tahun menjabat Bupati dan Wakil Bupati Manggarai.

"Saya berharap terhadap partai oposisi agar jangan melempem alias diam membisu berkaitan denga sikap kepemimpinanya (DM-red) yang tidak menghargai lembaga Dewan," ujar Ahang.

Diamnya partai oposisi menurut Politisi asal Dapil Ruteng-Lelak ini tercermin lewat sikap dewan yang diam membisu saat Bupati Deno merubah sepihak KUA PPAS tahun lalu.

"Seperti tahun lalu bupati Deno merubah sepihak KUA PPAS yang sudah disepakati oleh pimpinan dewan, tetapi entah kenapa yang terjadi tahun lalu  diam dan membisu," jelas Ahang.

Ahang menjelaskan, waktu kejadian tahun lalu di mana Bupati Deno merubah sepihak KUA PPAS sempat sidang Dewan skor dua minggu.

"Lalu patut dipertanyaakan hal yang terjadi saat itu dimana DPRD manggarai menyetujui saja apa yang dibuat," tutup Ahang.

Untuk diketahui, Pasangan Deno-Madur pada Pilkada Manggarai 2015 silam diusung oleh Koalisi Kerakyatan dan memiliki kekutan 17 kursi di DPRD Manggarai yang terdiri dari gabungan Partai Gerindra, PAN, Demokrat, PKPI, PKS, dan PBB.

Sementara koalisi Gotong Royong mengusung pasangan Heri Nabit dan Adolf Gabur atau Paket HEAD (Heri-Adolf) memiliki kekuatan 18 kursi dari 35 kursi di DPRD Manggarai dengan gabungan PDI Perjuangan, Nasdem, Hanura, Golkar, dan PKB.

Sebelumnya, anggota DPRD Manggarai dari Fraksi PKS Marsel Ahang melayangkan mosi tidak percaya kepada pasangan Deno-Madur.

Mosi tidak percaya itu dilayangkan karena merasa kepemimpinan Deno-Madur selama tiga tahun buruk.

"Saya Marsel Nagus Ahang SH, anggota DPRD Manggarai dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan bukan atas nama partai tetapi atas nama peribadi kader PKS yang merupakan partai pengusung Dr, Deno Kamelus, SH,. MH pada saat Pilkad tahun 2015 menyatakan mosi tidak percaya dengan kepemimpinanya," ujar Ahang kepada MarjinNews Rabu (19/9) sore.

Anggota DPRD asal Dapil Lelak-Ruteng ini menyampaikan 6 point mosi tidak percaya yang dilayangkan kepada pemimpin Manggarai itu.

Pertama, modus pro kepentingan rakyat tetapi dia mengutamakan kepentingan para pengusaha yang mendukung kesuksesanya saat kampanye pilkada tahun 2015 lalu.

Kedua, dinilai kepemimpinanya sarat mengutamakan kepentingan peribadinya dalam mendesain pengaturan kerja proyek di kabupaten Manggarai. Salah satu contoh pengaturan pembagian proyek dana dari BNPB senilai Rp.18 miliar lebih.

Ketiga, semua tender proyek sudah by desain atau sudah diatur untuk kepentingan timsesnya, sehingga mengakibatkan defisit anggaran sebesar Rp 35 miliar lebih. Yang korban adalah para ASN, di mana banyak rasionalisasi pembelanjaan serta perjalanan dinas maupun belanja publik lain disetiap OPD (Organisasi Perangkat daerah.

Keempat, soal berkantor di Desa. Selama kepemimpinan Deno-Madur tidak ada dampak yang positif. Malah ada para Kades yg terjerat kasus korupsi Dana ADDK dan banyak keluahan para Kades dan aparat ASN bahwa dengan berkantor di desa kami dibeban untuk mengumpul dana guna menerima Bupati Manggarai.

Kelima, persoalan penerapan enam hari kerja bagi para ASN di kabupaten Manggarai. DPRD sudah mengusulkan untuk lima hari kerja  para ASN tetapi bupati menolak.

Sementara di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke, ASN hanya menerapkan lima hari kerja dan patut diduga bahwa ada sebuah permainan dalam persoalan tata keuangan daerah sehingga tidak di terapkan lima hari kerja.

Keenam, dalam diri kepemimpinan Bupati Deno ada kesombongan intelektual. Merasa dirinya adalah lebih hebat di kab Mangggarai sehingga 34  anggota Dewan tunduk pada kepeminpinanya baik partai pendukung maupun partai yang tidak mendukung Deno-Madur waktu Pilkada tahun 2015 yang lalu

"Dari keenam poin tersebut diatas saya selaku anggota DPRD dari PKS, sekali lagi menyampaikan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Bupati Deno dan saya siap apa pun bentuk teguran dari pimpinan partai PKS," tegas Ahang.

Ahang memaparkan,tujuannya melayangkan mosi tidak percaya kepada Pasangan Deno-Madur ini demi memperbaiki kepemimpinan mereka di daerah ini sehingga tidak bermodus sok suci dan munafik seolah tidak ada pelanggaran. (*)

Editor: Remigius Nahal