NTT Dipimpin Gubernur Baru, Ini yang Diharapkan Warga Diaspora NTT di Jakarta
Cari Berita

NTT Dipimpin Gubernur Baru, Ini yang Diharapkan Warga Diaspora NTT di Jakarta

MARJIN NEWS
11 September 2018

Foto: Istimewa
Marjinnews.com -- Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sekarang ini dipimpin oleh pemimpin baru menggantikan pemimpin lama yang sudah 10 tahun menahkodai Flobamorata yakni Frans Lebu Raya.

Pemimpin baru propinsi kepulauan itu saat ini yakni Viktor Bungtilu Laiskodat  sebagai gubernur dan Josef Nai Soi sebagai wakil Gubernur.

Belum hampir genap sebulan pasangan dengan jargon Viktory-Joss ini menjabat sebagai orang nomor satu di NTT, namun banyak sudah warga NTT yang menaruh harapan kepada keduanya.

Harapan itu bukan saja dilayangkan oleh warga yang menetap di NTT, tetapi warga diaspora NTT yang menetap di berbagai penjuru juga memberi harapan agar kelak dibawah pasangan Viktory-Joss NTT benar-benar berubah.

Misalkan saja warga diaspora NTT yang menamakan diri Komunitas Diaspora Bintaro yang terdiri dari  warga Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan. Harapan masyarakat NTT diaspora ini untuk Gubernur dan wakil gubernur yang baru sangat tinggi.

Mereka ingin agar kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nai Soi bisa membawa propinsi ini sejajar bahkan lebih makmur dari propinsi yang lain di negeri ini.

Harapan yang mereka sampaikan itu juga agar bisa dimaknai sebagai aspirasi yang mewakili masyarakat yang tinggal di perantauan, khususnya­ warga NTT yang terhimpun dalam komunitas Flobamora Diaspora yang lainnya.

Adapun aspirasi warga diaspora NTT yang menamakan diri Komunitas Diaspora Bintaro yang terdiri dari  warga Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan ini yaitu:

1. Ciptakan dan terapkan pengelolaan pemerintahan yang: BERSIH-JUJUR-ADIL-BE­RTANGGUNGJAWAB dan TRANPARAN, utamanya pengelolaan APBD dengan menerapkan E'BUDGETING, sebagai program unggulan.

2. Membuka website khusus untuk Gubernur dan WakilbGubernur beserta semua kepala Dinas Propinsi, Bupati dan Walikota di setiap kabupaten dan kota di propinsi NTT, agar seluruh masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif mengetahui semua kebijakan dan membagi kepada rakyat secara keseluruhan.

3. Ajak investor sebanyak2nya utk membuka usaha di NTT(swasta nadional
dan swasta asing),dan aktifkan peran BKPMD propinsi,kabupaten dan kota, untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya, dengan memberikan insentip pajak selama 3 tahun berturut-turut.

4. Buatkan program/rencna kerja dengan target yg terukur,dan terapkan standar evaluasi yang transparan dalam kurun waktu tertentu agar menghindari polemik yang timbul di masyarakat luas.

5. Bentuk dan tunjuk penasihat Gubernur yang independen, hindari penunjukkan tim sukses di dalamnya, agar terbebas dari kepentingan PRIBADI-KELOMPOK-GOL­ONGAN dan PARTAI yang sering merecoki jalannya pemerintahan.

6. Lebih sering mengunjungimasyaraka­t disetiap kabupaten/­kota,bahkan yang utama sekali mengunjungi masyarakat di desa yng dipelosok sekalipun,termasuk masyatakat NTT diperantauan, agar lebih banyak menyerap aspirasi masyarakat bawah, tanpa adanya protokol yang mengikat seperti yang terjadi selama ini. Mudah-mudahan dalam kurun waktu 3 atau 4 tahun ke depan Propinsi NTT yang kita cintai ini tampil dengan wajah yang berbeda dengan saat ini.

Laporan: Odi Noel
Editor: Remigius Nahal