Nasib Kader Posyandu Ketika Pejabat Kita Kurang Bermoral

Foto: Ilustrasi Sebuah peristiwa memalukan kembali terjadi di Manggarai beberapa hari ini. Setelah jagat maya sempat dihebohkan dengan v...

Foto: Ilustrasi
Sebuah peristiwa memalukan kembali terjadi di Manggarai beberapa hari ini. Setelah jagat maya sempat dihebohkan dengan video viral seorang musisi ternama melakukan sebuah tindakan kekerasan penganiayaan, beredar kabar tentang ricuhnya rapat paripurna DPRD akibat silang pendapat memancing perhatian publik untuk berkomentar.

Seolah enggan untuk berhenti, ulah tiga pejabat dan dua warga di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang terlibat perjudian kartu remi pada Jumat, 7 September 2018 kembali menambah catatan buruk soal moral dan etika public figure di daerah kita. Mereka seharusnya sudah tuntas berlaku tidak terpuji seperti itu.

Namun, realita berkata lain tiga pejabat Pemkab Manggarai yang terlibat seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Marselinus Gambang; Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Yos Jehalut, dan Kabid di Badan Keuangan Daerah Stefanus Efendi berlaku seperti seorang yang tengah mengalami masalah dalam hal kepekaan moral dan etika.

Dari ketiga pejabat Pemkab Manggarai yang terlibat perbuatan tidak terpuji itu beruntung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai tidak terlibat. Artinya beliau masih punya itikad baik untuk berlaku sebagai seorang pejabat yang bermoral dan tidak bertentangan dengan moral masyarakat kita yang sangat berwibawa.

Momen disorotinya pejabat kita seperti sekarang ini, penulis hendak menyentil soal kinerja dan tanggung jawab moral mereka kepada masyarakat dan terutama bawahan mereka yang tanpa kenal lelah bekerja untuk citra baik pemerintah Kabupaten Manggarai di bawah masa kepemimpinan Kamelus Deno.

Beberapa waktu lalu, saya berbincang-bincang dengan beberapa orang kader posyandu yang bekerja untuk Dinkes Kabupaten Manggarai. Topik yang menyita perhatian penulis adalah upah para kader yang sangat jauh dari kata layak. Bagaimana tidak, setiap bulan mereka hanya digaji sebesar Rp 50.000,00 dari Dinkes ditambah Rp 75.000,00 dari desa tempat mereka berkarya.

Padahal sejak dicanangkan pada tahun 1986, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi garda terdepan dalam pemantauan dan peningkatan status gizi dan kesehatan ibu dan anak di masyarakat. Kebijakan dan program ini tetap dipertahankan hingga saat ini, hal ini terlihat dari banyaknya program Posyandu yang terjadi di Indonesia termasuk di Kabupaten Manggarai.

Namun program ini tidak mendapat dukungan maksimal dari pemerintah yang dapat kita simpulkan dari jumlah upah mereka seperti tersebut di atas.

Padahal pos pelayanan terpadu ini memiliki peran penting sebagai ujung tombak layanan kesehatan dan sosial dasar masyarakat untuk pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan tujuan ketiga dan kelima, terutama menyasar pada penurunan Angka Kemarian Ibu dan Bayi (AKI/AKB).

Saat ini Posyandu dituntut untuk melaksanakan sebanyak 15 Program  yang mencakup 5 layanan kesehatan dasar dan 10 layanan sosial dasar yang dimandatkan pemerintah melalui Peraturan Dalam Negeri No. 19/2011 tentang Pedoman Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Pos Pelayanan Terpadu.

Hampir semua instansi pemerintah (SKPD/Kementerian) menggunakan Posyandu sebagai sarana implementasi program-programnya dan menjadi sumber data kesehatan masyarakat tanpa disertai anggaran yang memadai. Kader-kader Posyandu, yang mayoritas adalah perempuan ibu rumah tangga menjadi tenaga pelaksana di lapangan.

Realita di Kabupaten Manggarai menunjukkan bahwa selama ini para kader yang mayoritas ibu rumah tangga dituntut untuk menjalankan program pemerintah dengan keterbatasan anggaran, kapasitas, serta sarana dan prasarana. Namun pemerintah dalam kondisi ini juga memanfaatkan konsep swadaya masyarakat dan semangat kerelawanan kader Posyandu untuk mengalihkan tanggung jawabnya dalam pemenuhanan hak dasar warganya terkait bidang kesehatan ibu dan anak  kepada Posyandu.

Karena tidak mendapatkan dukungan maksimal inilah, munculah permasalahan yang krusial. Kader Posyandu dibebani tuntutan untuk mengisi dokumen-dokumen dan laporan untuk kebutuhan data pemerintah yang sangat banyak dan rumit.

Hasil laporan dan pendataan dari kader Posyandu tersebut digunakan oleh instansi pemerintah untuk kepentingannya masing-masing. Namun sayangnya tidak ada instansi pemerintah yang benar-benar bertanggung jawab atas kelembagaan Posyandu. Hal lainnya, yaitu adanya kebijakan tumpang tindih dan koordinasi antar instasi pemerintah yang lemah. Program ini kemudian justru menyulitkan mereka dalam pelaksanaannya.

Maka program yang seharusnya memberikan ruang pengelolaan untuk kesehatan perempuan dan anak ini sudah seharusnya dimaksimalkan oleh pemerintah. Upah layak adalah salah satu bagian dari bentuk perhatian pemerintah yang menghargai kerja Kader Posyandu di Kabupaten Manggarai saat ini.

Hal ini sebenarnya bisa diwujudkan dengan mudah dan bisa diselesaikan. Kecuali Kadis Kesehatan kita tidak menyadari ini sebagai sebuah bentuk penindasan. Atau jika beliau tidak memiliki beban moral seperti kawan-kawannya para pejabat Pemkab Kabupaten yang melakukan perbuatan tidak terpuji itu.

Oleh: Andi Andur

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,230,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,6,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,44,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,145,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,245,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,1,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,147,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,40,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,87,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,346,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,65,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Nasib Kader Posyandu Ketika Pejabat Kita Kurang Bermoral
Nasib Kader Posyandu Ketika Pejabat Kita Kurang Bermoral
https://2.bp.blogspot.com/-uttA7h6H5SU/W5U4ZjxRgQI/AAAAAAAACco/EgOk_Gy_TzMTikUXeZttt_xAz6rFC_yEACLcBGAs/s320/3.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-uttA7h6H5SU/W5U4ZjxRgQI/AAAAAAAACco/EgOk_Gy_TzMTikUXeZttt_xAz6rFC_yEACLcBGAs/s72-c/3.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/09/nasib-kader-posyandu-ketika-pejabat.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/09/nasib-kader-posyandu-ketika-pejabat.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy