Lemahnya Kualitas Pendidikan di Indonesia
Cari Berita

Lemahnya Kualitas Pendidikan di Indonesia

23 September 2018

(Foto: dok. Pribadi)

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan sebuah negara. Melalui pendidikan, sebuah negara mampu mengembangkan banyak hal untuk kebaikan rakyatnya. 

Menurut Driyarkara pendidikan diartikan sebagai suatu upaya dalam memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf yang insanis. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan merupakan suatu tuntutan di dalam hidup untuk perkembangan anak-anak. Maksudnya ialah bahwa pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik agar sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup yang setinggi-tingginya. 

Berbicara soal pendidikan, di Indonesia sendiri pendidikan masih dibilang sangat rendah. Pendidikan yang belum merata di seluruh pelosok negeri membuat negara ini tidak pernah maju. Padahal di pelosok-pelosok negeri ini masih begitu banyak anak-anak pandai yang bisa menjadi penerus generasi bangsa.  

Lalu, mengapa pendidikan di Indonesia masih sangat rendah? Ada beberapa faktor yang menyebabkan pendidikan di Indonesia masih sangat rendah, di antaranya efektifitas pendidikan, rendahnya kualitas guru, dan mahalnya biaya pendidikan.

Efektifias pendidikan di Indonesia masih sangat rendah. Hal ini disebabkan karena tidak adanya tujuan pendidikan yang jelas sebelum pembelajaran dimulai. Kurangnya persiapan dari pendidik untuk mengajar, menyebabkan pelajar kurang memahami materi yang dijelaskan. Padahal para pendidik dituntut untuk meningkatkan kefektifan pendidikan agar dapat berguna bagi pelajar. 

Rendahnya kualitas guru di Indonesia sangat memprihatinkan. Jumlah guru di Indonesia sudah cukup banyak, tetapi banyak guru yang tidak memenuhi syarat menjadi guru profesional. Banyak guru yang bukan lulusan sarjana keguruan diterima di sekolah-sekolah atau bahkan ada yang menggunakan ijazah palsu untuk menjadi seorang guru. Akibatnya, mereka hanya mengajar dari buku pegangan karena tidak mengetahuitahu materi apa yang akan diberikan bagi siswa. Ada juga yang tidak bisa mengajar dan membimbing dengan baik, tetapi tugas yang diberikan sangat banyak. Cara mengajar guru yang terlalu monoton juga membuat siswa tidak bisa berkembang. Guru hanya menghabiskan waktunya untuk berceramah di depan kelas tanpa adanya game atau ice breaking agar siswa tidak terlalu jenuh. 

Mahalnya biaya pendidikan di Indonesia juga membuat rakyat tidak menyekolahkan anak-anaknya sampai sarjana. Dana BOS yang diberikan oleh pemerintah belum cukup membiayai pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu. Mahalnya biaya pendidikan dan tingginya tingkat kemiskinan menjadi salah satu alasan banyaknya anak-anak putus sekolah 

Berkaitan dengan persoalan di atas, muncul pertanyaan, Kapan pendidikan di Indonesia bisa meningkat? Pendidikan di Indonesia bisa meningkat saat pemerintah lebih tegas dalam membuat merealisasikan aturan dan sistem  pendidikan sesuai kurikulum yang berlaku. Isi dari aturan yang mengatur tentang pendidikan  tersebut harus lebih memberikan aturan yang jelas tentang sistem pendidikan yang benar agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Sanksi yang diberikan jika melanggar aturan tersebut harus tegas agar masyarakat sadar akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Sehingga pendidikan Indonesia bisa melahirkan generasi penerus yang baik,  bukan generasi yang brutal. Generasi baik pendidikan meningkat.*



Oleh: Atyk Suryatry, Mahasiswa USD Yogyakarta.