Lantik Pengurus Baru, IKBS Surabaya Siap Bekerja Bersama untuk Sumba Lebih Baik
Cari Berita

Lantik Pengurus Baru, IKBS Surabaya Siap Bekerja Bersama untuk Sumba Lebih Baik

MARJIN NEWS
22 September 2018

Pengurus baru IKBS Surabaya melakukan foto bersama dengan sesepuh dan tamu undangan dalam acara pelantikan pada Jumat (21/9/2018) malam. (Foto: ASTO/MN)
Surabaya, marjinnews.com - Ikatan Keluarga Besar Sumba (IKBS) Surabaya menggelar acara pelantikan pengurus baru periode 2018/2020 yang dilaksanakan di Kaya Resto Jl. Raya Jemur Sari No. 14 Kota Surabaya.

Acara pelantikan yang mengusung tema “Bersama Menuju Kebaikan, Untuk Kejayaan IKBS Surabaya” itu diharapkan agar kedepannya seluruh anggota IKBS Surabaya dapat bersama-sama berusaha membesarkan IKBS Surabaya menuju kejayaannya di masa depan.

Pelantikan pada Jumat (21/9/2018) malam ini dihadiri oleh seluruh anggota IKBS Surabaya yang merupakan mahasiswa, senior dan orang tua asal Sumba yang telah lama berdomisili di Kota Surabaya, turut hadir juga Bapak Letnan Kolonel Laut Purn. Veteran RI Stefanus Pieter Yiwa yang merupakan ketua pertama sekaligus ketua dewan pembinadari IKBS Surabaya dan juga turut hadir perwakilan dari beberapa Organisasi Kedaerahan NTT seperti Ikatan Mahasiswa NTT (IKM NTT), Ikatan Mahasiswa Ende Lio (IMELS), dan lain-lain.

Ada sekitar 45 Badan Pengurus IKBS Surabaya termasuk Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris terpilih hasil pemilihan umum yang telah diselenggarakan sebelumnya tepatnya pada tanggal 31 Mei 2018 yang berlangsung di Kedai Kopi NS 58 Jl. Nginden Semolo Kota Surabaya yang dilantik.

Dengan dibuka melalui ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Florida Rambu Bangi Roni asal Anakalang, Sumba Tengah yang telah melayani Jemaat GKI Ngagel Surabaya selama 16 tahun lamanya ini disempatkan pula disertai dengan beberapa wejangan bernas untuk seluruh undangan yang hadir.

Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pesannya kepada para anggota IKBS Surabaya agar senantiasa menjaga kekompakan, saling mengingatkan agar menjadi seseorang yang lebih baik dan lebih menghargai kerja keras orangtua di Sumba serta tentunya dapat memberi manfaat bagi keluarga, orang lain dan tentunya bagi tanah kelahiran Pulau Sumba.

Di lain kesempatan Dewan Pembina sekaligus Ketua IKBS pertama, Bapak Stefanus Pieter Yiwa menitipkan pesan kepada seluruh anggota IKBS Surabaya agar dapat menjaring seluruh keluarga besar Sumba yang ada di Surabaya dan IKBS Surabaya dapat menjadi wadah bagi siapapun orang asal Sumba yang sedang berada di Surabaya baik melanjutkan studi, bekerja maupun berobat.

"Saya siap dengan tangan terbuka menerima seluruh anggota IKBS untuk datang berkumpul dan menceritakan keluh kesahnya kepada saya" ujarnya.

Beliau juga berharap agar Pemerintah Daerah mulai dari Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur dapat memberikan perhatian dan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan ataupun organisasi-organisasi kedaerahan seperti IKBS Surabaya agar semakin berkembang dan memberi dampak bagi Sumba tentunya.

Ketua IKBS Surabaya periode 2018/2020, Herman Joviano Aron Kaho juga menyampaikan melalui sambutannya agar seluruh anggota IKBS Surabaya dapat mendukung seluruh kegiatan IKBS mendatang.

"Semoga momen ini bisa kita jadikan sebagai titik start terbaik untuk bisa saling melengkapi dalam menyukseskan program kerja IKBS di masa yang akan datang. Sehingga IKBS Surabaya dapat semakin berkembang menjadi lebih baik menuju kejayaan sesuai dengan tema acara pelantikan kali ini" ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia pelaksanaan acara pelantikan, Derry Radda Djawa selain menyampaikan laporan kegiatan mulai dari pemilihan hingga pelantikan melanjutkan sambutannya dengan ucapan terima kasih karena acar tersebut berjalan dengan lancar.

"Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Sumba dan NTT yang telah menyempatkan waktu untuk hadir meramaikan sekaligus menjadi saksi langkah baru bagi IKBS Surabaya ini. Semoga kita bisa selalu bersama-sama dalam mendukung pengurus baru IKBS agar lebih baik ke depannya" tutup Derry.

Acara ditutup dengan acara ramah tamah bersama seluruh hadirin yang hadir dimulai dari makan malam bersama, dilanjutkan dengan tarian Ja’i, Tobelo hingga dansaseperti kebiasaan orang Timur yang selalu dilakukan saat berkumpul untuk tetap menjaga kekompakan. (ASTO/MN)