Lagi, Bupati Manggarai Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Pengadaan Proyek Fiktif
Cari Berita

Lagi, Bupati Manggarai Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Pengadaan Proyek Fiktif

MARJIN NEWS
27 September 2018

Laporan Ahang di KPK. (Foto: MN/RN)
Jakarta Marjinnews.com -- Bupati Manggarai Deno Kamelus kembali resmi dilaporkan ke KPK atas dugaan pengadaan proyek fiktif yang menyebabkan Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) defisit anggaran Rp 35 miliar lebih yang diambil dari anggaran APBD Mangarai.

Dugaan pengadaan proyek fiktif oleh Bupati Deno itu dilaporkan oleh Anggota DPRD Manggarai Marsel Ahang.

Ahang tiba di kantor anti rasuah itu pada Kamis (27/9). Laporan Ahang, diterima langsung oleh staf KPK atas nama Punky Kusuma Damayanti.

Dalam keterangnnya kepada MarjinNews, Politisi PKS ini menerangkan, dasar laporannya karena ia menduga terdapat proyek fiktif yang tidak dianggarkan, namun terlebih dahulu pengerjaan fisik sehingga muncul defisit anggaran.

Pada kesempaan tersebut, Ahang juga mengaku menyesal terhadap sikap pimpinan DPRD Manggarai yang menandatangani persetujuan presentasi KUA PPAS APBD perubahan TA.2018.

Menurut Ahang, semestinya ketika terjadi defisit Rp.35 miliar, minimal pimpinan DPRD melakukan riset atau Pansus terhadap presentasi Bupati Deno.

Ahang mengaku bingung, dan tidak tahu dimana lokasi proyek yang KDP.
Dan menurutnya, bisa saja terjadi mafia politik yang dibangun Bupati Deno.

Sebab, kata Ahang, dalam presentasi KUA PPAS Bupati Deno, tidak ada transparan. Yang ada  hanya memaparkan sekian KDP di Dinas PUPR dan sekian KDP di Dinkes dan di OPD lainnya.

Terkait dengan laporannya kepada KPK Anggota DPRD asal Dapil Ruteng Lelak ini berharap agar pihak KPK sesegera mungkin datang ke kabupaten Manggarai dan mendalami dugaan proyek fiktif di kabupaten tersebut. (*)

Editor: Remigius Nahal