Kondisi "Mbaru Wunut" Tidak Terurus, Pemkab Manggarai Dinilai Sedang Sakit
Cari Berita

Kondisi "Mbaru Wunut" Tidak Terurus, Pemkab Manggarai Dinilai Sedang Sakit

MARJIN NEWS
22 September 2018

Mbaru Wunut, Jaman Raja Baruk. Saat menerima kunjungan Petinggi Belanda. (Foto: Ist)
Ruteng, Marjinnews.com -- Mbaru Wunut, istana raja Manggarai yang terletak di pusat kota Ruteng ini kondisinya kembali memprihatinkan.

Bangunan yang juga dijadikan sebagai representatif rumah adat yang ada di setiap kampung di Manggarai Raya ini sepertinya tak terurus lagi.

Ini disebabkan oleh aksi vandalisme yang terjadi di Kota Ruteng, Manggarai, dan belum bisa ditertibkan secara tegas oleh pemerintah.

Walaupun sebelumnya bangunan ini pernah dibenahi oleh Pemkab Manggarai namun, nampak terlihat lagi coretan yang tak enak dipandang mewarnai dinding dari rumah yang pernah dijadikan pusat pemerintahan kerajaan Manggarai jaman dulu.

Menanggap kondisi itu, pengamat budaya Bens Senang Galus, kepada MarjinNews mengatakan, Mbaru Gendang itu sebuahh simbol peradaban, simbol Manggarai. Kalau pemerintah tidak merawat itu sama dengan tidak beradab. Kita belajar hidup berdemokrasi dari Mbaru Gendang," terangnya.

Ia memaparkan, yang disebut sebagai orang Manggarai itu ditunjukkan dengan mbaru gendang. Mbaru gendang itu sebuah ontologi eksistensi orang Manggarai. Proses deliberatif kebudayan baik sebagai sistem pengetahuan maupun sistem kepercayaan tergambar dalam filosofi Mbaru Gendang. Kalau Pemda tidak merawat itu berarti Pemda sakit.

Sementra salah satu mahasiswa di Kota Ruteng, yang namanya tak mau dimediakan ikut prihatin dengan kondisi Mbaru Wunut ini.

"Awalnya rumah adat ini terpagar rapi. Beberapa kesempatan juga kami sering bakti disini. Namun perubahan pertama lewat pembangunan patung Motang Rua setelah itu perombakan total. Lalu seperti ini sudah kaka. tidak terurus," ujarnya.

Menurutnya, kondisi itu terjadi karena Mbaru Wunut ini tidak dipagar dan tidak adanya petugas yang menjaga.

"Pengamatan saya, ini karna tidak dipagar. Pemkab tahu dan sadar jadikan Mbaru Wunut ini sebagai tempat terbuka. Namun tanpa ada petugas yang menjaga," terangnya.

Ia pun berharap agar Pemkab Manggarai jangan tutup mata dengan kondisi Mbaru Wunut yang memprihatinkan itu.

"Harapannya Pemkab Manggarai kembali benahi ini. Aset sejarah yang harus tetap dilestarikan ini. Kalau memang mau jadikan ini tempat terbuka, mohon penjagaan diperketat," tutupnya.

Sebelumnya Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H, M.H mengaku akan menjadi kompleks di Rumah Wunut menjadi Wifi gratis dan pusat pentas seni dan budaya Manggarai. (*)

Editor: Remigius Nahal