Ketum Garnita Malahayati NasDem Memberi Tiga Jurus Kepada Para Caleg Perempuan NasDem Bali
Cari Berita

Ketum Garnita Malahayati NasDem Memberi Tiga Jurus Kepada Para Caleg Perempuan NasDem Bali

MARJIN NEWS
30 September 2018

Ketua Umum DPP Garnita Malahayati NasDem, Irma Suryani Chaniago, saat membuka acara Pembekalan Caleg Perempuan Partai NasDem se-Bali. Foto: Istimewa
Denpasar, Marjinnews.com -- Irma Suryani Chaniago, yang merupakan Ketua Umum DPP Garnita Malahayati NasDem membuka secara resmi acara Pembekalan Caleg Perempuan Partai NasDem se-Bali pada Sabtu (29/9/2018) di Enjung Beji Resort Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali.

Acara ini merupakan salah satu agenda dari DPW Garnita Malahayati NasDem Provinsi Bali dalam mengahadapi Pileg 2019 mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Irma Chaniago juga membagi ilmu kepada para caleg perempuan yang diusung Partai NasDem di Pulau Dewata pada Pileg 2019 mendatang. Ia mengingatkan, menjadi caleg itu tak mudah. Namun, tidak berarti menjadi caleg juga sulit.

"Menjadi caleg tidak gampang. Tetapi juga tidak sulit, sepanjang kita punya militansi, punya semangat juang, bekerja sungguh - sungguh," ujarnya, dalam acara yang juga dihadiri Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa dan jajaran tersebut.

Khusus untuk caleg perempuan, Irma Chaniago menyebut setidaknya tiga modal utama yang harus dimiliki, jika ingin meraih suara yang tinggi serta duduk sebagai legislator.

Pertama, harus menyiapkan cost politik. Dikatakan, seorang caleg, termasuk caleg perempuan, tidak bisa bertarung dengan 'tangan kosong'. Ia tetap harus menyiapkan biaya.

"Betul Partai NasDem tidak memungut mahar. Tapi jangan salah, kalau mau jadi caleg, harus tetap punya uang. Uang itu bukan untuk partai, tetapi untuk kepentingan sosialisasi caleg itu sendiri ke masyarakat. Sosialisasi tidak cukup hanya dengan kartu nama. Kita harus bertemu langsung dengan pemilih. Kita perlu dana untuk beli bensin, untuk sekedar minum kopi dengan mereka.

"Uang itu bukan untuk partai. Bukan juga untuk membeli suara. Tetapi itu lebih pada operasional kita, baik membuat alat peraga sosialisasi maupun untuk menyapa konstituen," tandas Irma Chaniago, yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI.

Kedua, caleg perempuan harus memiliki kecerdasan serta kemampuan berbicara di depan masyarakat. Tanpa itu, caleg akan sulit "menjual diri".

"Minimal cara bicara harus bagus. Harus terstruktur, sistematis. Yakinkan masyarakat: 'Saya punya moral bagus, saya pintar, saya kapabel, maka saya layak dipilih'," tegasnya.

Ketiga, caleg harus mendapatkan dukungan dari tokoh masyarakat. Hal ini akan lebih memudahkan caleg perempuan, untuk meraih simpati pemilih.

"Kita harus temui para tokoh setempat. Yakinkan mereka, kenapa kita perlu dipercaya duduk di parlemen. Misalnya kita duduk di parlemen untuk perjuangkan perempuan, karena laki-laki tidak mungkin berjuang untuk perempuan," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Irma Chaniago juga berbagi pengalaman terkait perjuangan dirinya sehingga bisa duduk di Senayan. Saat ini Irma Chaniago duduk di Komisi IX DPR RI. (*)

Editor: Remigius Nahal