Ketua DPW Partai NasDem Bali Menyuntik Semangat kepada Caleg Perempuan
Cari Berita

Ketua DPW Partai NasDem Bali Menyuntik Semangat kepada Caleg Perempuan

MARJIN NEWS
30 September 2018

Ketua DPW Partai NasDem Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa. Foto: Ist

Denpasar, Marjinnews.com -- Partai NasDem Bali terus melakukan persiapan dalam rangka menghadapi Pemilihan Umum Legislatif 2019 mendatang.

Persiapan itu diantaranya yaitu memberikan pembekalan terhadap Calon Legislatif Perempuan.

Bertempat di Enjung Beji Resort Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu (29/9/2018), terlihat 150 Caleg Partai dengan semboyan Restorasi Indonesia tersebut hadir untuk mengikuti pembekalan.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP Garnita Malahayati NasDem, Irma Suryani Chaniago, para caleg perempuan partai besutan Surya Paloh itu mendapat banyak wejangan.

Selain dari Irma Chaniago, para caleg perempuan ini juga mendapat arahan khusus dari Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa.

Bahkan Gunastawa juga memberi semangat para caleg perempuan partai politik bernomor urut 5 ini, dengan mengisahkan pengalaman lima tahun lalu, tepatnya tahun 2013, ketika Garnita Malahayati NasDem Bali juga menggelar kegiatan pembekalan caleg perempuan yang diusung Partai NasDem pada Pileg 2014.

"Tak ada yang menyangka, kegiatan seperti ini lima tahun lalu, ternyata sukses menghadirkan tiga anggota DPRD perempuan dari Partai NasDem di Bali," terang Gunastawa.

Dihadapan para Caleg Perempuan Bali ini, Gunastawa mengaku bangga dan menguraikan kesuksesan NasDem Bali dalam mencetak Legislatif perempuan di Bali.

"Saya sendiri bahkan sangat bangga, karena ini menjadi sesuatu yang luar biasa bagi Partai NasDem. Dari empat anggota DPRD terpilih di Buleleng, dua di antaranya perempuan. Dari dua anggota DPRD terpilih di Tabanan, satu di antaranya perempuan. Jadi keterpilihan calon perempuan mencapai 50 persen. Ini luar biasa," imbuhnya.

Dari pengalaman Pileg 2014, lanjut Gunastawa, ternyata nomor urut bukan jaminan. Sebab dari tiga caleg perempuan yang terpilih pada Pileg 2014, tak satu pun yang bernomor urut 1.

"Jadi tidak harus nomor urut 1. Pengalaman membuktikan, nomor urut itu bukan jaminan. Semua punya kesempatan yang sama untuk menang," kata Gunastawa, menyemangati para caleg perempuan ini.

Ia pun mendorong para caleg perempuan, agar tak menjadikan nomor urut sebagai halangan untuk bertarung. Caleg perempuan harus mampu mematahkan persepsi bahwa kehadiran mereka hanya sebagai pelengkap kuota pencalonan.

"Tidak ada alasan caleg perempuan sekedar jadi penggembira. Silahkan berlomba meraih suara sebanyak - banyaknya. Kalau pada Pileg 2014 caleg perempuan dari Partai NasDem ada tiga orang yang bisa duduk sebagai legislator, maka tahun 2019 mendatang harus lebih banyak lagi," tutur Gunastawa, yang juga calon anggota DPR RI dari Dapil Bali. (*)

Editor: Remigius Nahal