Jaksa Harus Tolak Pasal yang Diterapkan Polisi dalam Menjerat Rensi Ambang
Cari Berita

Jaksa Harus Tolak Pasal yang Diterapkan Polisi dalam Menjerat Rensi Ambang

MARJIN NEWS
26 September 2018

Foto: Istimewa
Ruteng, Marjinnews.com -- Rensi Ambang, yang diduga menjadi pelaku kekerasan terhadap Melkisedek Sehamu alias Eky kini sudah ditahan pihak Polres Manggarai pada Selasa malam (25/9).

Kabar ditahannya Rensi Amabng itu, Edi Hardum, salah satu pengacara dari Eky mengapresiasi Polres Manggarai.

"Polres Manggarai patut diapresiasi. Karena telah menetapkan RA sebagai  tersangka dan menahannya," ujar Edi kepada MarjinNews, Rabu malam (26/9).

Namun, menurut Edy, langkah polisi tergolong lambat. Sebab, ini kasus penyekapan, penganiayaan dan pengeroyokan yang disebarluaskan melalui medsos, sehingga sungguh menyakiti rasa keadilan masyarakat. Selain itu, kasus ini bukan delik aduan itu, tetapi delik umum.

"Karena itulah sebenarnya sejak awal polisi menangkap dan menahan semua pelaku yang terlibat bukan hanya RA," terang Edy.

Ia bahkan bersama kuasa hukum Eky yang lain masih merasa tidak puas dengan cara kerja Polres Manggarai.

"Saya dan kuasa hukum Eki lainnya sungguh tidak puas dengan tindakan polisi," tandasnya.

Sebab menurut Edy, polisi hanya menetapkan RA sebagai tersangka tunggal.

"Para pelaku lain di mana ? Dalam video yang disebarkan RA sungguh sangat jelas siapa-siapa pelaku. Mengapa polisi tidak menetapkan istri dan anak RA sebagai tersangka ?" Tanya Edi Hardum.

Lanjut Edy, "saya dan kuasa hukum korban yang lainnya menyayangkan polisi hanya menyerat RA dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan yang ancaman hukumannya maksimal cuma dua tahun bui."

Menurut Edy Hardum, RA dan pelaku lainnya dijerat dengan Pasal 333 KUHP tentang penyandaraan dan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan serta Pasal 27 UU ITE.

"Dari video yang diviralkan jelas sekali korban disekap dan diayaniaya serta dikeroyok. Oleh karena itu, seharusnya RA dan pelaku lainnya dijerat dengan Pasal 333 KUHP tentang penyandaraan dan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan serta Pasal 27 UU ITE," papar Edy.

Edy Hardum, bersama kuasa hukum lainnya meminta jaksa agar menolak pasal yang diterapkan polisi untuk RA.

 “Jaksa harus kembalikan berkas yang disodorkan penyidik Polri. Jaksa harus nonton videnya. Ini demi kepastian dan tegaknya hukum," pungkas Edy Hardum. (*)

Editor: Remigius Nahal