Gurusina dan Modal Sosial

Kampung adat Gurusina sebelum terbakar. (Foto: Istimewa) Kampung adat Megalit Gurusina yang terletak di Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu...

Kampung adat Gurusina sebelum terbakar. (Foto: Istimewa)

Kampung adat Megalit Gurusina yang terletak di Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT terbakar pada Senin (13/8/2018) Pukul 17.00 Wita. Karenanya, secara fisik keindahan kampung Megalit ini tinggal dalam kenangan. Bangunan dan keindahan secara fisik boleh hancur, namun bangunan nilai-nilai tetap hidup dan kuat. Buktinya, dalam waktu sekjap, wajah media online maupun cetak  dihiasi oleh pemberitaan seputar rasa simpati dan empati. Bantuan dalam bentuk barang pun langsung dan terus mengalir hingga saat ini.

Terdorong oleh penghayatan nilai yang kuat itu, maka pada Kamis (16/8) keluarga besar Civitas SMAK Recis Bajawa pun turun ke kampung adat Gurusina. Ada pun barang-barang yang dibawa adalah sepatu sekolah 21 pasang, buku tulis 40 pak, bolpoin 12 dos, beras 500 kg, gula 2 karung, seragam Sekolah Dasar 28 pasang, tepung kopi 10 kg, selimut dan pakian dalam lainya. Selain itu, ada 4 orang siswa Recis yang rumahnya juga terbakar, mereka dibebaskan dari uang sekolah hingga tamat.

Tepat pukul 10.00 pagi Wita, Civitas Recis Bajawa tiba di Gurusina. Kami diterima oleh warga kampung dengan tangisan, pelukan dan ciuman. Ada rasa haru karena mereka masih memancarkan wajah yang tegar, walaupun di tengah duka dan bencana. Kami melebur menjadi satu dalam perbincangan dan diskusi, sehingga bencana ini menjadi duka bersama. Untuk sementara sudah 80 lembaga dan juga kelompok masyarakat lainya yang sudah memberikan bantuan secara langsung, yakni lembaga pendidikan, agama, parpol, kesehatan, polres Ngada, Badan Penaggulangan Bencana Daerah, dan Koperasi (sumber: Kepsek SDK Gurusina, Bapak Apolonius Dopo).

Publik juga perlu berbangga, bahwa kunjungan dan bantuan langsung yang diberikan oleh sekolah-sekolah, dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi di Kabupaten Ngada, mau menunjukan bahwa Lembaga Pendidikan tidak hanya sebagai tempat untuk mencerdaskan otak tapi telah menjelma sebagai laboratorium sosial yang medidik para generasi yang pekah dengan lingkungan sekitar. Dan sejauh ini juga semakin banyak orang, baik secara individu maupun kelompok-kelompok yang sungguh kreatif dan peduli Gurusina, misalnya Orang Mudah Katolik Paroki Sanjos Bajawa yang bekerja sama dengan musisi Ivan Nestorman, menggelar konser kemanusiaan peduli Gurusina di Aula Sanjos Bajawa, Rabu (22/8/2018). Selain itu, Bapak Josef Nae soi turun langsung menemui para korban untuk memberi peneguhan dan juga bantuan dalam bentuk barang lainya.

Modal Sosial

Kampung adat Gurusina berdiri pada tahun 1930. Sejak saat itu dan hingga kini, nilai yang merupakan modal sosial yang terus dihidupi oleh masyarakat kampung Megalit Gurusina adalah semangat gotong royong, saling tolong, selalu berorientasi pada kepentingan bersama, saling percaya dan memaafkan (sumber: Bapak, Apolonius, Kletus, dan Yoseph). Karenanya, tidaklah heran jika saat ini masyarakat Gurusina tetap tegar dan memaknai kejadian ini sebagai suatu bencana. Dan menurut Bapak Apolonius saat berbincang-bincang dengan saya, bahwa hingga saat ini masyarakat tetap saling percaya dan tidak bersikap untuk saling menyalahkan. Sebaliknya, kejadian ini dimaknai sebagai bahan refleksi untuk menemukan berbagai kelemahan sembari bangkit untuk berubah menjadi lebih baik. “Dalam situasi seperti ini, tidak ada guna untuk saling menyalahkan, berprasangka negatif, tetapi sebaliknya kejadian ini harus dijadikan sebagai teguran Tuhan dan nenek moyang untuk berbenah. Bahwasanya, teguran nenek moyang ini adalah bentuk cinta Tuhan pada kita untuk tetap solit dalam menghidup nilai-nilai yang sudah mereka wariskan agar tetap bertumbuh subur “ katanya.

Hemat saya pewarisan dan penghidupan nilai-nilai yang ditunjukan oleh masyarakat adat di atas adalah bentuk modal sosial yang merupakan sarana agar terjadi keterikatan sosial yang kokoh antar manusia dalam membangun sebuah kehidupan bermasyarakat yang humanis. Modal sosial biasanya identik dengan sikap kepedulian yang diwujudkan dalam pemberian diri dan perhatian pada sesama secara konkrit, sembari menjauhi kepentingan yang destruktif. Atas alasan itulah, masyarakat Gurusina tetap menghidupi sikap yang selalu berorientasi pada kepentingan bersama. Karenanya, modal sosial selalu berorientasi pada kita bukan aku, dia, mereka dan kelompok tertentu. Sehingga, pada akhirnya seluruh perhatian, bantuan yang diberikan harus mengarah pada upaya peningkatan kemajuan, kesejahteraan bersama dan semakin meningkatkan kualitas hidup serta harkat dan martabat manusia itu sendiri.  Oleh karena itu, banyaknya bantuan yang terus mengalir untuk Gurusiana, mau melegitemasi bahwa inilah modal sosial yang tak boleh mati atau dimatikan, sebaliknya harus tetap dijaga, dirawat agar tetap bertumbuh subur untuk selama-lamanya.

Selain itu, realitas yang humanis ini juga, mau menunjukan kepada publik Indonesia, bahwa keberagaman di Flores selalu dimaknai sebagai sebuah kekayaan dan modal sosial yang saling melengkapi satu sama lain. Publik juga perlu berbangga bahwa modal sosial yang ditunjukan oleh masyarakat Ngada pada khususnya dan juga Flores pada umumnya, justru lahir ditengah krisis multidimensional yang dihadapi bangsa kita saat ini.  Seperti konflik dan perpecahan antar suku, agama, dan kelompok­kelompok yang hidup di tengah masyarakat, kriminalitas yang makin merajalela, peredaran narkoba, KKN, perdagangan manusia, politik destruktif dan berkembangnya sikap individualisme.

Harapan

Oleh karena kampung Megalit Gurusina adalah rahim bertumbuh dan berkembangnya nilai-nilai luhur untuk menjadikan hidup lebih humanis, maka harapan kita bersama, agar pemberian bantuan tidak boleh dipolitisir sebagai bentuk modal sosial untuk memuluskan kepentingan negatif, baik secara individu, kelompok, parpol,  politis dan tendensi negatif lainya.

Mengapa? Ya, seringkali fakta membuktikan bahwa modal sosial akan berubah menjadi bencana apabila dimiliki dan dihidupi oleh kelompok manusia yang tidak bermoral, sebab bantuan solidaritas dan kerjasama yang dibangun secara intens tersebut dapat digunakan sebagai instrumen untuk muluskan kepentingan diri dan kelompok. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian Gargiulo dan Bemassi (1999) yang menegaskan bahwa solidaritas yang kuat di dalam sebuah kelompok dapat menimbulkan sikap diskriminatif pada kelompok lain, jika penghayatan bantuan dan solidaritas sebagai modal sosial secara salah.

Apalagi saat ini, bangsa kita sedang hidup dalam tahun politik, bisanya pemberian bantuan selalu dibarengi dengan berbagai kepentingan politik. Artinya pemberian bantuan dapat menjadi modal sosial untuk menggolkan kepentingan politis individu atau parpol tertentu. Ini sah-sah saja, namun sangatlah tidak manusiawi jika penyelipan kepentingan politis itu di atas penderitaan sesama yang sedang dalam bencana yang amat berat itu. Karenannya, jangan menjadikan atau mengubah Gurusina sebagai kolam yang keruh untuk berlomba-lomba berenang mencari “sesuatu” dibalik keruh dan susahnya Gurusina. Jangan pula menjadikan ketakberdayaan masyarakat secara ekonomis dengan tendensi-tendensi negatif yang mampu menghegemoni pikiran masyarakat yang lagi galau dan tak berdaya itu. Sebaliknya, kita sebagai masyarakat beradat, maka bantuan dan juga solidaritas yang sudah dibangun untuk Gurusina harus dilandasi oleh sikap keberadatan kita sebagai bentuk manifestasi sikap konkrit kita sebagai  makhluk beradat itu.

Penulis sangat yakin, bahawa bentuk bantuan dan solidaritas yang sudah diberikan adalah bentuk kepdualian yang lahir dari nurani yang bening sebagai makhluk beradat. Dan juga mau membuktikan bahwa keberagaman di tanah Ngada adalah modal sosial humanis bukan destruktif yang harus tetap dijaga dan dihidupi. Karenanya, slogan “Gurusinaku, Gurusinamu, dan kita adalah Gurusina” pantas untuk terus kita rawat secara kolektif agar terus bertumbuh subur dari generasi ke generasi penerus.


Oleh Bonefasius Zanda
Guru SMAK REGINA PACIS BAJAWA

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,9,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,45,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,157,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,259,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,88,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,352,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,26,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Gurusina dan Modal Sosial
Gurusina dan Modal Sosial
https://3.bp.blogspot.com/-TJrCJK7Qdac/W6m4PRB_jDI/AAAAAAAACtg/bYm4L-rJ7sw3mcwlcf66lqBxBJLjaa5kwCLcBGAs/s320/5541bee9b863b1e85d2bb376f66dee71_600x4001.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-TJrCJK7Qdac/W6m4PRB_jDI/AAAAAAAACtg/bYm4L-rJ7sw3mcwlcf66lqBxBJLjaa5kwCLcBGAs/s72-c/5541bee9b863b1e85d2bb376f66dee71_600x4001.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/09/gurusina-dan-modal-sosial.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/09/gurusina-dan-modal-sosial.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close