Empat Tuntutan GMNI Manggarai di Hari Tani Nasional untuk Pemerintah di Manggarai Raya
Cari Berita

Empat Tuntutan GMNI Manggarai di Hari Tani Nasional untuk Pemerintah di Manggarai Raya

MARJIN NEWS
25 September 2018

Foto: Dok. MarjinNews
Ruteng, Marjinnews.com --Memperingati Hari Tani Nasional, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional  Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai memiliki tekad yang kuat untuk menyuarakan tentang hakikat reforma agararia sejati berdasarkan amanah UU Agraria No 5 tahun 1960.

Berdasarkan amanah UU tersebut GmnI Manggarai menyatakan sikap kepada pemerintah di tiga Kabupaten di Mnggarai Raya yakni Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur

Sikap GmnI Manggarai antara lain; Pertama, pemerintah daerah harus mewujudkan cita-cita uu reforma agraria no 5 tahun 1960.

Kedua, pemerintah daerah harus menjaga dan membuat perda tentang hak ulayat, hak wilayah, dan hak pribadi atas tanah di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Ketiga, pemerintah dan badan pertanahan nasional tingkat kabuapetn harus maksimal dan wacana mensertifikatkan tanah milik masyarakat Manggarai Raya. keempat; pemerintah daerah tidak boleh memberikan izin kepada masyarakat untuk menjual tanah kepada orang asing.

Berdasarkan empat hal tersebut, Ketua GmnI Manggarai Martinus Abar menjelaskan Bahwa pemrintah pusat, propinsi, dan kabupaten/kota harus memiliki prinsip yang tegas dalam mewujudkan cita_cita reforma agraria tahun 1960.

"GmnI sebagai sebuah organisasi perjuangan akan turun ke jalan jika pemerintah tidak mengindahkan sikap GmnI Cab. Manggarai," ujar Abar dalam  penyampaian sikap pada (25 September 2018)di Sekretariat GmnI Cabang Manggarai.

Selanjutnya Abar menjelaskan alasan mengapa tidak turun aksi pada peringatan Hari Tani Nasional dikarenakan bertabrakan dengan kegiatan PPAB Akbar semua komisariat di tingkat Cabang.

"Disisi lain ketua GmnI menjelaskan bahwa jika pernyataan sikap ini tiga wilayah kabupaten di Manggarai Raya tidak ditanggapi maka GmnI akan melaksanakan aksi besar-besaran," tutup Abar. (BJ)

Editor: Remigius Nahal