Dilaporkan ke KPK oleh Anggota DPRD, ini Tanggapan Bupati Manggarai

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Dilaporkan ke KPK oleh Anggota DPRD, ini Tanggapan Bupati Manggarai

MARJIN NEWS
12 September 2018

Foto: Istimewa
Ruteng, Marjinnews.com-- Publik Manggarai kembali dikagetkan oleh pernyataan anggota DPRD Manggarai Marsel Ahang.

Dalam pernyataannya itu Ahang menjelaskan bahwa dirinya telah melaporkan Bupati Manggarai Deno Kamelus ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  pada 20 Juli 2018 lalu.

Ahang melaporkan Bupati Deno atas penyalahgunaan dana Bencana alam yang dialokasikan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) senilai 18 Miliar Rupiah.

Laporan Ahang tersebut diterima oleh Lidia Theresia Bangun selaku staff Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Politisi Asal Kecamatan Ruteng itu menjelaskan, Bupati Manggarai Deno Kamelus diduga kuat telah mengalih fungsikan Dana yang dialokasikan oleh BNPB.

“Proposal itu diusulkan pemerintah daerah kabupaten Manggarai pada awal tahun 2017 dan dicairkan pada Desember tahun 2017,” jelas Ahang.

Ahang memaparkan, pemerintah daerah kabupaten Manggarai telah melakukan proses tender atas dana yang bersumber dari BNPB tersebut pada bulan Juli tahun 2018.

Menanggapi laporan Ahang ke KPK terhadap dirinya kepada MarjinNews Bupati Manggarai Deno Kamelus mengatakan pengelolaan dana bencana itu tidak ada yang melanggar aturan.

Bahkan Bupati Deno menganggap lucu terkait laporan Ahang terhadap dirinya itu.

Bupati Deno menjelaskan, ada tim verifikasi dari BNPB nasional yang verifikasi usulan kabupaten.

"Mereka datang cek lokasi satu persatu. Setelah itu  baru diputuskan di BNPB nasional layak  tidaknya untuk dibiayai dari dana hibah bencana. Bukan Marsel Ahang," jelas Ketua PAN Manggarai itu.

Bupati Deno kembali menegaskan tidak ada aturan yang dilanggar apalagi penyalagunaan wewenang dan juga tidak ada korupsi dalam pengelolaan dana bencana.

"Saya pastikan tidak ada aturan yang dilanggar, tidak ada penyalagunaan wewenang dan karenanya tidak ada korupsi dalam pengelolaan dana bencana," terang Bupati Deno.

Deno bahkan menilai laporan Ahang hanya sensai kacangan untuk membunuh karakternya.

"Itu (Laporan-red) mau bunuh saya punya karakter saja dengan sensasi  kacangan," ujar Bupati Deno.

Ditanya terkait praktik Nepotisme seperti yang disampaikan Marsel Ahang, Bupati Manggarai menegaskan bahwa semua proyek termasuk proyek bencana alam  ada juknisnya dan di lelang secara elektronik oleh pokja  ULP. (*)

Editor: Remigius Nahal