Demi Biaya Persalinan Istrinya, Yonaris Kido Nekad Mencuri Kartu Kredit Milik Tamu di Vila

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Demi Biaya Persalinan Istrinya, Yonaris Kido Nekad Mencuri Kartu Kredit Milik Tamu di Vila

MARJIN NEWS
8 September 2018

Foto: Istimewa
Denpasar, Marjinnews.com -- Alasan memerlukan uang untuk membiayai persalinan istrinya, Yonaris Kido (24), asal Flores, Nusa Tenggara Timur, nekat mencuri kartu kredit milik tamu yang bernama Valentina Andrea Cabrera Astorga, (29).

Valentina adalah tamu yang menginap di tempatnya bekerja yaitu di Vila Indigo Dream di Jalan Karang Tinggi I, Nomor 7, Lingkungan Banjar Jaba Pura, Desa Kutuh, Kuta Selatan.

Aksi Yonaris itu cepat terungkap, pada Kamis lalu (6/9), oleh aparat Polsek Kuta Selatan setelah bosnya sendiri melaporkan peristiwa hilangnya kartu kredit milik korban ke Kepolisian.

Pencurian kartu kredit itu sendiri berawal saat korban Valentina Andrea Cabrera asal Chili menginap di vila tempat pelaku bekerja. Korban mulai check in pada Selasa (4/9). Dan keesokan harinya, sekitar pukul 12.00, korban pergi meninggalkan vila untuk jalan-jalan.

"Kamar vila tidak dikunci dan ada pengerjaan bersih-bersih yang dilakukan pelaku. Tetapi saat itu korban belum mengetahui kalau kartu kreditnya hilang," jelas Kapolsek Kuta Selatan AKP Doddy Monza, kemarin (7/9).

Baru keesokan harinya, Kamis (6/9), korban mengetahui kartu kreditnya hilang. Kebetulan saat itu korban ingin berbelanja. Kartu kredit yang semula disimpan di dalam lemari kamarnya ternyata sudah raib.

Mendapati kartunya hilang, korban kemudian mencari pemilik vila, Ibu Evy, untuk melapor. Evy sendiri kemudian mencurigai pelaku dan yang saat itu membersihkan kamar korban.

"Lalu pelaku ditanya dan mengakui perbuatannya. Sehingga langsung dilaporkan ke kantor polisi," ucapnya.

Usai menerima laporan itu, Polisi langsung mengamankan Yonaris. Pemeriksaan pun langsung dilakukan. Dari hasil pemeriksaan awal, ternyata pelaku sudah melakukan penggesekan di Manzone Shop, Seminyak, Kuta senilai 44.737 AUD (Dollar Australia) dan Dini Shop di Batu Belig, Kuta sebesar 138.378 AUD. Penggesekan tersebut dibantu rekannya asal Lombok, Anto. Kerugian korban sendiri ditotal lebih kurang Rp 20 jutaan.

"Pelaku mengaku perlu uang untuk bayar angsuran pembayaran persalinan istri di rumah sakit. Saat itu kartunya ada diatas paspor korban," terangnya.

Selain itu pengakuannya memang sebelumnya pernah melakukan hal serupa dengan kartu yang didapat di TKP lain dibantu oleh orang yang sama saat penggesekan.

"Kenal Antonya sejak Juni 2018 lalu. Dan menyerahkan kartu tersebut di Jalan Uluwatu depan Puri Gading Jimbaran. Dan juga sempat dicoba di counter handphone tapi tidak bisa karena listrik padam," terangnya.

Sejak kartu kredit tersebut berada ditangannya mulai pukul 13.00 sampai 16.00 pada hari itu juga keduanya pergi ke daerah Seminyak, Kuta, untuk mencoba mencairkan uang dari kartu tersebut. Namun, setelah melakukan penggesekan, rupanya tidak berhasil. Menurut Anto, batas kredit pada kartu itu sudah habis.

Selanjutnya pelaku mengaku pulang ke Ungasan. Sementara kartu kredit yang dia curi tetap ada di tangan Anto. Namun, di tangan Anto, ternyata kartu kredit itu bisa digunakan untuk transaksi. Bahkan berhasil menarik uang senilai Rp 20 juta.(*)