Dalam Kurun Waktu 2017-2018, Jumlah Janda Meningkat

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Dalam Kurun Waktu 2017-2018, Jumlah Janda Meningkat

MARJIN NEWS
8 September 2018

Foto: Ilustrasi
Jakarta, Marjinnews.com - Jumlah janda di Kabupaten Karawang meningkat. Penyebabnya ialah banyaknya pasangan suami istri yang cerai.

Pengadilan Agama Karawang dalam kurun waktu dua tahun terakhir yakni 2017-2018, mencatat terdapat peningkatan perkara perceraian yang masuk ke meja hukum Pengadilan Agama Karawang.

Dari data Pengadilan Agama klas 1 A Karawang tahun 2017, ada 3.714 perkara atau 90,34 persen dari total perkara 4.011 yang masuk, merupakan kasus perceraian. Pada semester satu 2018, ada sekitar 954 kasus perceraian yang masuk.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Karawang, Abdul Hakim mengatakan, faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab ribuan pasutri mengajukan perceraian. Media sosial juga menjadi awal pertengkaran dan berakhir di pengadilan.


"Penyebabnya bervariasi kebanyakan perselisihan dipengaruhi media sosial, dan faktor ekonomi juga menjadi faktor dominan," kata Abdul Hakim di Kantor PA Karawang, Jumat (7/9).

Menurutnya, angka perceraian terbagi dalam dua pengajuan cerai. Gugatan dari pihak istri mencapai 733 pengajuan. Sedangkan pengajuan talak oleh suami sebanyak 2.207 ajuan.

"Tren angka perceraian di Karawang mengalami peningkatan tiap tahun, namun untuk penyebab utamanya selalu sama yakni faktor ekonomi ditambah dengan adanya media sosial menjadi pemicu perselingkuhan. Untuk usia sih bervariatif. Tapi paling tua usianya 50 tahun," katanya.

Abdul Hakim menilai, solusi untuk menekan laju perceraian adalah penguatan pendidikan berkeluarga bagi pasangan yang akan atau baru secara intensif dan serius

"Peran penasihat perkawinan harus lebih optimal, dan fungsi mediasi lembaga lokal seperti lembaga adat dan tokoh agaman perlu dilibatkan," katanya. (*)