Anggota DPRD Manggarai Barat Diduga Bermain Proyek dengan Dinas PKO
Cari Berita

Anggota DPRD Manggarai Barat Diduga Bermain Proyek dengan Dinas PKO

MARJIN NEWS
27 September 2018

Salah satu proyek pengerjaan tembok penahan di Orong. (Foto: Istimewa)
Labuan Bajo, Marjinnews.com -- Pekerjaan Proyek DAU di PKO Mabar, diduga dilaksanakan tanpa prosedur yang jelas.

Proyek yang mengeruk uang rakyat ini disinyalir banyak pekerjaan paket Penunjukan Langsung (PL) tanpa kontrak kerja dan SPK.

Ada begitu banyak paket Proyek yang dikerjakan tanpa SPK dan kontrak paket PL yang diobralkan oleh PPK kepada pihak ke 3.

Misalkan proyek penggusuran dan pengerjaan tembok penahan di SMPK Orong, yang dikerjakan kurang lebih empat bulan yang lalu. Proyek tersebut diduga dikerjakan langsung oleh oknum DPRD Mabar asal Welak yang diketahui bernama Fidelis Syukur.

Anehnya lagi, proyek penggusuran lapangan yang katanya untuk sekolah tetapi yang digusur yaitu lapangan milik Paroki Orong yang berada di luar wilayah sekolah.
Kepala SMPK Orong mengatakan bahwa lapangan tersebut bukanlah milik SMPK Orong, melainkan milik Paroki Orong.

Terkait proyek tersebut, Pihak SMPK Orong mengaku merasa dirugikan dengan pencatutan nama sekolah mereka dalam modus permainan proyek oleh oknum anggota DPRD dengan Pihak Dinas PKO Mabar.

Kepala SMPK Orong juga mengaku sudah dua kali dianggarkan dalam APBD, SMPK Orong tidak pernah diberitahukan oleh dinas PKO baik secara lisan maupun tulisan.

Menurut Kepala SMPK Orong juga, proyek lapangan itu tidak menjadi penting, sebab sekolahnya masih membutuhkan fasilitas gedung.

Ia bahkan takut, jika nanti di kemudian hari mereka mengusulkan peroyek pembangunan lapangan, pihak Pemkab Mabar tidak mau, sebab jatah anggaran sudah dialokasikan yaitu buat penggusuran lapangan milik Paroki Orong. (*)

Editor: Remigius