60 Tahun Kongregasi Putri Reinha Rosari
Cari Berita

60 Tahun Kongregasi Putri Reinha Rosari

MARJIN NEWS
7 September 2018

Foto: Dok.Pribadi
Marjinnews.com -- Tahun 2018 menjadi tahun yang istimewa bagi Kongregasi para suster Putri Reinha Rosari atau yang lebih di kenal dengan Kongregasi PRR.

Tarekat yang di dirikan oleh Mgr Gabriel Manek SVD pada tanggal 15 Agustus 1958 ini genap berusia 60 tahun.

Perjalanan selama 60 Tahun perlu direfleksikan sebagai suatu perjalanan iman sebagaimana iman bangsa Israel diuji ketika berjalan menuju tanah terjanji. Ketika iman bangsa Israel sebagai Bangsa terpilih diuji dengan berbagai tantangan dan cobaan,  Allah tetap setia mendampingi, menjaga dan menyertai seluruh perjalanan mereka hingga mencapai tanah terjanji. Oleh karena itu, sebagai suatu tarekat religius Kongregasi PRR perlu belajar  pada bangsa Israel dan  tetap menyerahkan hidupnya pada penyelenggaraan Ilahi.

Menelisik sejarah berdirinya kongregasi PRR, kita perlu kembali melihat bagaimana Allah memulai karyanya dalam diri orang-orang pilihannya. Rencana Tuhan atas hidup Gereja telah di mulai sejak zaman para Rasul dan dilanjutkan pada masa-masa Gereja Purba.

Tuhan sendiri telah memilih Mgr Gabriel Manek SVD untuk menjadi perpanjangan tangannya dalam melanjutkan karya misinya di tengah dunia. Sebagai seorang Uskup, Mgr Gabriel Manek SVD mampu membaca tanda-tanda zaman dan pada saat yang sama mampu memetakan berbagai persoalan yang tengah di alami oleh umat katolik di Nusa Tenggara Timur pada masa itu.

Perkembangan Iman Katolik di Nusa Tenggara Timur yang terus mengalami pertumbuhan tentu saja  perlu diimbangi dengan pelayanan yang memadai dari para imam.

Pemenuhan terhadap pelayanan pastoral di berbagai aspek kehidupan umat akan memungkinkan himpunan umat Allah untuk teribat dan mengambil bagian dalam menghidupkan peribadatan.

Peribadatan yang dimaksud adalah yang menguduskan (Liturgia), mengembangkan pewartaan Kabar Gembira (Kerygma), menghadirkan dan membangun persekutuan (Koinonia), memajukan karya cinta kasih/pelayanan (Diakonia) dan memberi kesaksian sebagai murid-murid Tuhan Yesus Kristus (Martyria) (Bdk KGK no 777).

Dalam kenyataannya,  keterbatasan tenaga imam yang berkarya di Nusa Tenggara Timur saat itu membuat pelayanan kepada umat menjadi sangat terbatas. Dilatarbelakangi oleh situasi ini, maka Mgr Gabriel Manek mendirikan Kongregasi PRR demi menjawab situasi dan kebutuhan umat dalam mengembangkan kualitas iman umat dan untuk membangun kerajaan Allah di tengah dunia.

Pendirian Kongregasi ini juga merupakan ungkapan syukur atas kesetiaan Tuhan yang terus menjaga dan membimbing  umat Keuskupan Larantuka yang dengan setia memelihara iman akan Kristus selama kurang lebih  dua abad berziarah tanpa pendampingan dari hirarki, juga atas kesetiaan umat menjaga iman  melalui devosi kepada Bunda Maria dalam seluruh pengalaman hidup mereka.

Setelah 60 tahun berkarya, kongregasi PRR telah banyak memberi sumbangsih bagi perkembangan dan kemajuan Gereja terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Kongregasi PRR berupaya sedemikian rupa mewujudkan cita-cita sang pendiri melalui karya dan pelayanan ditengah umat  juga masyarakat dengan harapan agar benih-benih yang telah ditaburkan mampu menghasilkan buah yang berlimpah.

Lebih jauh, melalui karya-karyanya Kongregasi PRR ingin melanjutkan misi kasih Yesus untuk mewartakan kabar sukacita kepada orang-orang miskin, orang-orang tawanan, orang-orang sakit dan orang-orang yang tertindas (Bdk Luk 4:18).

Terdorong oleh semangat misi Kristus dan supaya wajah Kristus itu sungguh-sungguh dapat dialami oleh seluruh umat manusia, maka Kongregasi PRR dipanggil untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala cinta Kristus di tengah dunia (Bdk Luk 5:4).

Kongregasi menanggapi panggilan itu dengan membuka karya-karya misi di tempat-tempat yang baru. Hingga saat ini Kongregasi PRR berkarya pada beberapa keuskupan  yang berada  di beberapa negara seperti Indonesia 20 Keuskupan, Timur Leste 2 Keuskupan, Italia 5 Keuskupan, Kenya 4 Keuskupan dan Belgia 1 Keuskupan.

Mensyukuri penyelenggaraan Tuhan atas perjalanan hidup tarekat muda ini, maka seluruh anggota tarekat PRR berkumpul dan merayakan peristiwa iman ini di Biara Pusat Kongregasi yang terletak di Lebao-Larantuka, Flores Timur.

Semoga semangat api cinta Kristus yang menggerakkan Mgr. Gabriel Manek SVD untuk mendirikan Kongregasi ini mampu dilanjutkan oleh putri-putrinya sehingga Karya keselamatan Allah sungguh dapat dirasakan oleh seluruh umat melalui karya dan pelayanan mereka kepada Gereja.


(Oleh: SR. Maria Eugenia PRR)