Wanita Cantik di Ruteng yang Membakar Diri, Ternyata Berawal dari Baku Cekcok dengan Suami
Cari Berita

Wanita Cantik di Ruteng yang Membakar Diri, Ternyata Berawal dari Baku Cekcok dengan Suami

MARJIN NEWS
26 August 2018

Foto: Ist
Ruteng, Marjinnews.com -- Aksi nekad yang dilakukan Eka, wanita yang diketahui beranak dua yang membakar dirinya sendiri ternyata sebelum melakukan aksinya itu terlibat baku cekcok dengan sang suami.

"Sebelum kejadian membakar dirinya (Eka-red) tadi kami dua, sempat marah-marah," jelas Andi suami korban.

Andi, suami korban juga mengatakan bahwa istrinya itu sebelum membakar dirinya sendiri terlebih dahulu membakar pakaian milik mereka di dalam kamar dengan menggunakan minyak tanah.

Menurut sang suami, awal kejadian bermula ketika dirinya sedang mencukur rambut di halaman depan rumah kontrakan mereka di Cunca Lawar, Kelurahan Satar Tacik, Langke Rembong, Manggarai pada Jumat (24/8) sore tadi sekitar pukul 17.00 Wita.

"Pada saat itu korban langsung siram menggunakan minyak tanah dan menghidupkan pemantik gas kearah pakaian saya dan pakaiannya," terang suami korban.

Pada saat kejadian adik sepupu dari suami korban juga ada di lokasi kejadian.

"Saya kaget mendengar teriak kakak ipar saya dari dalam kamar kalau istrinya terbakar. Saya panik dan berusaha memberi pertolongan dengan cara menggendong korban keluar rumah," ujar adik ipar korban.

Api yang begitu cepat menyala dari arah spon, sempat menyulitkan suami korban untuk menyelamatkan istrinya.

Melihat api menyala di sekujur tubuh istrinya, seketika itu juga ia langsung mengangkat istrinya itu keluar rumah. Dan korban langsung dibawa ke RSUD dr. Ben Mboy Ruteng untuk ditolong oleh perawatan medis.

Namun naas nyawa ibu dua orang anak tidak tertolong lagi. Ia mengehembuskan nafas terakhirnya setelah beberapa jam terbaring di Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng untuk mendapat pertolongan medis.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir Pihak RSUD Ben Mboi Ruteng sempat merawat Korban di Ruangan Unit Gawat Darurat dengan kondisi luka Bakar yang mencapai 98 %, namun naas Eka (korban-red) tidak bisa ditolong.

“Korban sempat kita rawat di Ruangan Unit Gawat Darurat dengan Kondisi Luka Bakar yang sangat parah,” ujar dr. Frida, Direktur RSUD Ruteng (*)

Editor: Remigius Nahal