Videonya Beredar Luas, Ini Pejelasan Rensi Ambang
Cari Berita

Videonya Beredar Luas, Ini Pejelasan Rensi Ambang

MARJIN NEWS
25 August 2018

Foto: Istimewa
Ruteng, Marjinnews.com -- Jagad maya kembali dikagetkan oleh sebuah video yang diduga dilakukan oleh Rensi Ambang Penyanyi asal Manggarai sedang melakukan aksi pemukulan terhadap seorang pemuda bernama Eki (27) yang berasal dari Desa Nampar Macing, Lembor, Manggarai Barat.

Video yang berdurasi 11 menit lebih tersebut, terlihat Rensi Ambang bersama keluarga besarnya tengah berkumpul di sebuah ruangan, dan Eki (27) sedang mengklarifikasi perbuatannya dan meminta maaf di depan keluarga Rensi Ambang.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Rensi Ambang kepada MarjinNews, ia membenarkan video itu. Dan menceritakan keronologinya.

Pelantun Lagu Kole Beo itu menunjukan kepada kami isi percakapan massenger Eki (27) Pemuda asal Nampar Macing terhadap istri dari penyanyi kondang itu.

Dalam masengger yang diperlihatan kepada MarjinNews, bermula ketika Eki kepada istri RA membandingkan kegantengan dirinya (Eki-red) dengan Rensi Ambang.

"Yang ganteng siapa nana, Rensi Ambang Ko ite"? Tanya Istri RA dalam tulisannya di Massenger.

Jawab Eki, "gak tau."

Istri RA kembali lagi bertanya, "gak takut ganggu istri orang nana"?

Jawab Eki, " Bukan ganggu, tapi hanya bercanda kok."

Lanjut Eki, " Tapi kalau benar juga gak apa2, heheheh" tulisnya.

Lanjut lagi di pesan berikutnya, istri RA menjawab," yo, saya kasih tahu suami saya?"

Jawab Eki, " kasi tahu apa, kan cuman bercanda."

Eki kemudian mengajak istri RA untuk TTM.

Istri RA menanyakan balik apa itu TTM.

Jawab Eki, " Selingkuh."

Demikianlah sepintas isi percakapan asal muasal dari pristiwa antara RA dengan pemuda asal Nampar Macing itu bermula.

"Suami siapa yang tahan, kalau istrinya diajak seperti itu oleh orang lain yang juga merupakan suami orang, ungkap RA.

Rensi Ambang mengungkapkan bahwa awalnya dirinya berniat untuk memanggil korban untuk dimintai penjelasannya terkait niatnya yang mengganggu seorang wanita yang sudah bersuami.

“Dia saya panggil dengan maksud untuk dimintai pertanggungjawaban, karena menurut saya dia (Eki-red) sudah salah menggunakan Facebook,” tandas Rensi.

Menurut Rensi, dirinya berniat untuk membawa persoalan tersebut ke meja hukum. Namun yang bersangkutan meminta agar persoalan tersebut tidak dibawa ke ranah hukum.

"Biar saya dihajar kaka, yang penting saya jangan dibawa ke ranah hukum," ujar Rensi meniru ucapan Eki.

Rensi juga menerangkan bahwa, karena yang bersangkutan meminta agar persoalan tersebut tidak dibawa ke ranah hukum, maka pihak keluarga Rensi berinisiatif untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum adat.

"Yang bersangkutan juga menolak untuk dibawa ke ranah hukum adat dengan alasan tidak memiliki apa-apa jika persoalan ini diteruskan sesuai kebiasaan orang Manggarai. Karena kedua solusi atas kesalahannya tidak dia sanggupi, maka kami memberikan pembinaan dengan tujuan memberikan efek jera,” terang Rensi Ambang.

Menurut Rensi, pihaknya tidak berniat untuk menyebarkan video tersebut di Media sosial, cuma bertujuan untuk menjelaskan pada pihak keluarga bahwa yang bersangkutan sudah ditemukan.

"Sengaja di videokan, agar pihak keluarga tidak terus mencari yang bersangkuta. Dan juga yang bersangkutan bisa ditemukan berkat Facebook juga," papar Rensi Ambang.

RA juga meminta maaf kepada para penggemar, dan semua pengguna media sosial apabila video tersebut telah menimbulkan tanggapan yang berbeda di kalangan pengguna media sosial.

"Saya mengaku itu salah. Saya minta kepada seluruh keluarga besar. Dan saya minta untuk tidak usah lagi membagikan kembali video yang telah beredar tersebut, ” ujar Rensi.

Eki pun telah mengakui perbuatannya dan telah meminta maaf dengan " Pa'u Tuak agu Rongko" sesuai prosedur tata cara penyelsaian masalah secara adat Manggarai.(*)

Editor: Remigius Nahal