Untaian Sajak-Sajak Karolina Juastri Pepo
Cari Berita

Untaian Sajak-Sajak Karolina Juastri Pepo

MARJIN NEWS
2 August 2018

Foto: Dok.Pribadi

Senja

Pijakan itu, masih terekam jelas.

Di pesisir pantai seorang gadis manis berdiam diri dalam dahaga bahagia yang terus membekas.

Bersama senyap-senyap dingin yang manja.

Sambil bola mata yang ayu melihat perahu-perahu kecil bersandar di dermaga.

Bukan sekadar bersandar, perahu-perahu itu bak menari mengikuti alunan air laut.

Pijakan itu,masih terekam jelas.

Ketika tak ada hantaman ombak.

Hanya sunyi sepi yang kembali hadirkan ketenangan.

Tidak lupa.

Dipandanginya senja.

Yang semakin dekat dengan daun mata.

Nampak mulai memancarkan elok warna kemerahan.

Kemudian disapanya senja.

Lambaian tangan tertuju.

Tersenyum.

Urat-urat senyum terasa tak putus.

Sungguh terpesona.

Ingin sekali sang gadis berlama-lama dengan senjanya.

Pijakan itu,masih terekam jelas.

Di tepi pantai, duduk manis ditemani kopi panas.

Sungguh menggugah rasa.
Tenang.

Berdamai dalam raga.

Hendaknya segala duka larut bersama ampas kopi panas.

Seruput

Seruput sampai habis.

Sang gadis seperti menikmati kopi yang sambil bercermin senja.

Pijakan itu,masih terekam jelas.

Saat sang gadis tertengok pada arah perumahan warga.

Lampu-lampu perumahan bercahaya.
Bercahaya ria merayu mata.

Cantik.

Tersanjung sampai ke puncak.

Pijakan itu, masih terekam jelas.

Hingga habis kopi panas, sang gadis mengijinkan senjanya hilang ditelan malam.

Oleh: Karolina Juastri Pepo