Tarian Caci Warnai HUT RI Ke 73 Oleh Warga Manggarai Raya di Bali
Cari Berita

Tarian Caci Warnai HUT RI Ke 73 Oleh Warga Manggarai Raya di Bali

MARJIN NEWS
19 August 2018

(Foto: MarjinNews)
Denpasar, Marjinnews.com -- Nenggo, Danding, dan Kelong yang diiringi oleh bunyian gong dan gendang menyelimuti nuansa kebersamaan warga Manggarai Raya di Bali dalam balutan budaya Caci salah satu tarian adat Manggarai hari ini, Minggu (19/08).


Hampir seluruh perantau asal Bumi Congka Sae tersebut berkumpul bersama di lapangan Lagoon Nusa Dua, Badung untuk menyaksikan pementasan tarian Caci tersebut dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 73. 



Pementasan Caci yang dilaksanakan di bawah naungan tema “MELALUI BUDAYA KITA MENJADI TANGGUH, MANDIRI DAN MAMPU MEMBANGUN KOMUNITAS MANGGARAI YANG HIDUP” terlihat antusias masyarakat Manggarai Raya di Bali sangat begitu hangat.



Menurut ketua Penaggung jawab kegiatan Beny Hamu mengatakan, “tema ini menjadi refleksi kita untuk back home kepada nilai-nilai luhur budaya seperti pada Tarian Caci yang mengedepankan kebersamaan, kerja sama dan sportifitas yang tinggi serta masih banyak nilai-nilai lain yang terkandung dalam tarian Caci," ujarnya.

Para Pemain Caci sedang Nenggo (Nyanyi-red)
Sebab kata Beny Hamu, sekarang orang Manggarai yang hidup di Bali itu sudah bersentuhan langsung dengan budaya asing yang terbangun melalui hubungan kerja lingkungan hidup serta pengaruh perubahan dan kehebatan sains dan teknologi yang membuat dunia ini bagaikan Global Village.


"Kenyataan ini membawa dampak dalam segala lini kehidupan ekonomi, politik, budaya dan sosial dimana yang menghadirkan decak kagum karena kemudahan dan kehebatan system yang terbangun, disisi lain menghadirkan kekwatiran yang tak berkesudahan karena begitu banyak pemilik budaya heterosis dan terhempas dalam laut kepunahan," terangnya.



Ia pun berharap,  pementasan Caci ini bisa terbangun kebersamaan untuk menyusun kekuatan dalam kehidupan sesama para perantau di Bali.



"Tangguh melawan perubahan dan pengaruh negatif, mandiri dalam keputusan dan mampu membangun diri dalam segala aspek kehidupan yang pada gilirannya terlibat memberikan hal yang terbaik untuk komunitas Manggarai yang kita cintai ini," ungkap Beny.



Ia menambahkan, "pementasan Tarian Caci ini adalah jawaban warga Manggarai Bali yang sedang atau sudah kehilangan jati diri/ identitasnya untuk kembali Welcome home dalam merajut kebersamaan melestarikan nilai-nilai budaya melaui pola pikir dan dalam semua aspek kehidupan," tutup Beni Hamu. (RN/MN)