Tanpa Dipanggil Polisi, Rensi Ambang Sudah Menghadap Polres Manggarai

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Tanpa Dipanggil Polisi, Rensi Ambang Sudah Menghadap Polres Manggarai

MARJIN NEWS
27 August 2018

Foto: Ist
Ruteng, Marjinnews.com -- Kasus dugaan kekerasaan yang dilakukan oleh  penyanyi kawakan Rensi Ambang terhadap seorang Pemuda asal Manggarai Barat sudah masuk ke pihak kepolisian.

Tanpa melalui surat panggilan, Pelantun Kole Beo itu menghadap sendiri ke Mapolres Manggarai pada Minggu (26/8) malam.

Kepada MarjinNews, Rensi Ambang menjelaskan bahwa ia menghadap ke Mapolres Manggarai untuk mengklarifkasi terkait aksinya divideo yang telah viral dan menjadi bahan perbincangan warga net belakangan ini.

"Tadi malam saya sudah menghadap pihak kepolisian, kedatangan saya itu untuk mengklarifikasi terkait polemik saya denga Eki. Seperti yang terdapat divideo itu," ujar Rensi Ambang.

Rensi Ambang menjelaskan, hasil dari kelarifikasinya itu, pihak kepolisian Manggarai memberi saran agar perjanjian damai dengan Eki (27) harus dibuktikan oleh hitam di atas Putih.

"Setelah saya menceritakan semua kronologis kejadian, sampai dengan permintaan maaf saudara Eki, pihak kepolisian menyarankan agar minta maaf atau perjanjian damai yang sudah dilakukan itu harus dibuktikan dengan meterai hitam di atas putih," terang Rensi Ambang.

Namun ada fakta menarik dibalik peristiwa ini menurut pengakuan Rensi Ambang.

"Saudara Eki itu telah menutupi asal usulnnya. Pada hal, ia aslinya dari Nangka, Bari, Macang Pacar. Bukan dari Nampar Macing. Dan yang paling menjengkelkannya lagi, ia itu adiknya Vinsen Pata. Yang pernah menjadi Pemeran Raja di album saya yaitu Rueng" terang Rensi Ambang.

Rensi Ambang mengakui, kalau dia menjelaskan bahwa saudara Eki itu dari Nangka, Bari, Macang Pacar, dan ada hubungan dengan Vinsen Pata, tindakan kekerasan itu tidak mungkin akan terjadi.

Ketika ditanya terkait rencana laporan yang dilakukan Eki ke pihak kepolisian, Rensi Ambang menjawab," laporan apa lagi. Kan sudah berdamai. Hanya saja belum dibuktikan dengan surat perdamaian dihadapan kepolisian," ujar Rensi Ambang.

Bahkan menurut Rensi Ambang laporan itu sebuah kekonyolan.

"Saya sudah menghadap Polisi. Sudah menceritakan semuanya. Eki sudah minta maaf atas kekeliruannya. Kami juga begitu. Mau apa lagi. Bahkan polisi suruh untuk foto bersama, atau video bersama saat penandatanganan surat perjanjian damai itu nantinya." tukas Rensi Ambang

Eki Sudah Meminta Maaf atas Perbuatannya

Eki (27) yang diketahui berasal dari Nampar Macing, Mabar mendatangai secara lansung kediaman Rensi Ambang pada Jumat (24/) kemarin untuk meminta maaf.

Dihadapan keluarga Rensi Ambang ia mengaku menyesal telah melakukan hal tak terpuji itu.

"Ungkapanku ini, karena saya telah melakukan kesalahan. Makanya saya datang mengahadapi Bapak-Ibu untuk mengakui kesalahan saya," ungkap Eki (27) disertai dengan tuak dan rokok sebagai bukti pengakuannya dihadapan Keluarga Rensi Ambang.

Eki meminta maaf atas perlakuannya itu dan meminta kepada keluarga Rensi Ambang agar memaafkan kesalahannya.

" Saya tahu bahwa saya salah, saya harap saya dimaafkan. Dan berjanji tidak berbuat ulang lagi," ujarnya.

Ia mengaku menyesal, karena telah mencemar nama baik dari Rensi Ambang.


Keluarga besar dari Rensi Ambang kemudian menerima permintaan maafnya itu.

Rensi Ambang Minta Maaf  atas Videonya yang Viral

Rensi Ambang menyampaikan permintaan maaf atas viralnya video penganiayaan yang dilakukannya terhadap Melkior Marseden Sehamu (27) atau Eki.

Tindakan penganiayaan itu terjadi pada Kamis, 23 Agustus 2018 di kediaman Rensi di Waso, Ruteng.

Melalui video yang sengaja direkam dan disebarkan di media sosial pada Minggu sore, 26 Agustus 2018, ia menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya itu.

“Saya, Rensi Ambang saat ini ingin menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf atas beredarnya video berisi kekerasan yang melibatkan saya dan keluarga terhadap Saudara Eki, yang telah mengakui kesalahannya sebagai orang yang mengajak selingkuh istri saya di media sosial, di FB,” ujarnya dalam video berdurasi 3.45 menit itu.

“Terus terang, saya sebagai suami merasa tersinggung dan merasa dilecehkan sehingga berujung pada aksi spontan berupa tindakan kekerasan,” imbuh Rensi.

Menurutnya, persoalan dengan Eki telah selesai dengan mekanisme di luar jalur hukum, atas permintaan Eki.

Permohonan maaf Eki, kata dia, juga telah dikabulkan oleh keluarganya.

“Selanjutnya, atas tindakan kami yang telah mempertontonkan secara langsung video kekerasan itu di media sosial dan berdampak munculnya polemik dan melukai hati para netizen dan Saudara Eki serta keluarga, saya Rensi Ambang, atas nama pribadi dan keluarga, dari lubuk hati yang paling dalam menyatakan penyesalan dan permohonan maaf sedalam-dalamnya,” katanya,

“Sebagai insan biasa, tentu saya tidak luput dari kekurangan. Sekali lagi, saya mohon maaf,” ujarnya.

Rensi juga meminta kepada netizen agar segera menghentikan penyebaran video itu dan berbagai komentar yang bersifat provokatif, “agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.”

“Bilamana saudara-saudara netizen juga masih mengedarkan video itu, tentunya ada konsekuensi hukum yang akan kita pertanggungjawabkan masing-masing,” katanya.

Untuk diketahui kasus ini bermula ketika Eki (27) asal Nampar Macing Manggarai Barat (kemudian diketahui dari Macang Pacar) mengajak selingkuh istri RA lewat pesan massanger. Aksi Eki menurut RA telah menghina rumah tangganya.

RA mengancam Eki untuk dibawa ke ranah hukum namun pria itu meminta agar jangan dibawa ke Meja Hijau. Pilihan bawa ke hukum adat Eki juga berdalih tidak punya apa-apa kalau didenda melalui hukum adat.

Namun pria beranak satu ini meminta dihajar yang penting jangan dibawa ke ranah hukum. (*)

Editor: Remigius Nahal